Petugas kesehatan di Amerika Serikat (AS) menyuntik warga dengan vaksin covid-19. Foto: AFP
Petugas kesehatan di Amerika Serikat (AS) menyuntik warga dengan vaksin covid-19. Foto: AFP

AS Tolak Saran WHO untuk Tunda Booster Vaksin Covid-19

Internasional Amerika Serikat Virus Korona WHO pandemi covid-19 vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19 Varian Delta
Fajar Nugraha • 05 Agustus 2021 12:05
Washington: Amerika Serikat (AS) menolak seruan WHO untuk menunda atau melakukan moratorium suntikan penguat atau booster vaksin covid-19, demi membantu negara-negara miskin. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menginginkan moratorium suntikan booster untuk memvaksinasi setidaknya 10 persen dari populasi dunia pada September.
 
WHO mengatakan negara-negara miskin tengah berjuang dengan kekurangan pasokan yang parah dan meningkatnya pandemi covid-19. Menurut WHO menghentikan suntikan booster hingga setidaknya akhir September akan membantu mengurangi ketimpangan drastis dalam distribusi vaksin antara negara kaya dan miskin.
 
Baca: WHO Inginkan Penggunaan Booster Vaksin Covid-19 Ditunda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Moratorium akan membantu memerangi pandemi yang telah menewaskan lebih dari 4,25 juta orang di seluruh dunia,” sebut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.
 
“Kami tidak dapat menerima negara-negara yang telah menggunakan sebagian besar pasokan vaksin global menggunakan lebih banyak lagi. Sementara orang-orang yang paling rentan di dunia tetap tidak terlindungi,” tegas Dirjen Tedros.
 
Washington belum mengumumkan rencana vaksinasi booster. Tetapi Gedung Putih tampaknya menolak seruan WHO, dengan alasan itu dapat memberikan dosis kepada orang Amerika dan mendukung upaya vaksinasi global.
 
"Kami benar-benar merasa bahwa itu adalah pilihan yang salah dan kami dapat melakukan keduanya," tegas Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa AS telah menyumbangkan lebih banyak dosis daripada negara lain mana pun.
 
“Kami juga memiliki persediaan yang cukup untuk memastikan bahwa setiap orang Amerika memiliki akses ke vaksin,” tambahnya, seperti dikutip AFP, Kamis 5 Agustus 2021.
 
Ini adalah seruan terbaru dari badan kesehatan PBB bagi negara-negara kaya untuk berbuat lebih banyak untuk membantu meningkatkan akses ke vaksin di negara berkembang.
 
Tedros mengatakan negara-negara kaya telah memberikan sekitar 100 dosis vaksin virus korona untuk rata-rata setiap 100 orang. Sementara negara-negara berpenghasilan rendah yang terhambat oleh pasokan yang terbatas, hanya mampu menyediakan sekitar 1,5 dosis per 100 orang.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif