Vaksin AstraZeneca-University of Oxford mulai disuntik ke warga Inggris 4 Januari 2021. Foto: AFP
Vaksin AstraZeneca-University of Oxford mulai disuntik ke warga Inggris 4 Januari 2021. Foto: AFP

Inggris Suntik Vaksin AstraZeneca ke Warga, Pria 82 Tahun jadi yang Pertama

Internasional inggris covid-19 vaksin covid-19 AstraZeneca
Fajar Nugraha • 04 Januari 2021 15:51
London: Inggris mulai menginokulasi warganya dengan vaksin AstraZeneca-Oxford untuk melawan covid-19 pada Senin 4 Januari 2021. Suntikan vaksin pertama diberikan kepada Brian Pinker, seorang pasien dialisis berusia 82 tahun, di sebuah rumah sakit beberapa ratus meter dari tempat vaksin dikembangkan.
 
Baca: Inggris Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 University of Oxford-AstraZeneca.
 
Pinker, seorang pensiunan manajer pemeliharaan, memberikan penghormatan kepada para ilmuwan yang telah mengembangkan vaksin tersebut. Dia mengatakan bahwa dapat merayakan ulang tahun pernikahannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Saya sangat senang mendapatkan vaksin covid-19 hari ini dan sangat bangga karena itu adalah vaksin yang ditemukan di Oxford,” katanya dalam pernyataan yang dirilis oleh National Health Service (NHS), seperti dikutip dari Yahoo News, Senin.
 
"Para perawat, dokter, dan staf hari ini semuanya brilian dan saya sekarang benar-benar dapat menantikan ulang tahun pernikahan saya yang ke-48 dengan istri saya Shirley akhir tahun ini,” ungkap Pinker
 
NHS menambahkan, Andrew Pollard, kepala Oxford Vaccine Group dan kepala penyelidik uji coba suntikan itu, juga menerima vaksin tersebut.
 
Inggris telah memesan dosis 100 juta, dimana empat juta tersedia dalam setelah mendapatkan izin penggunaan pada 30 Desember lalu. Dosis itu cukup untuk memvaksinasi sekitar 50 juta orang
 
Vaksin covid-19 yang dikembangkan University of Oxford-AstraZeneca telah disetujui oleh regulator obat-obatan Inggris, MHRA. Ini membuka kemungkinan peningkatan suntik vaksin covid-19 dengan cepat, terutama bagi ribuan warga lanjut usia di panti jompo yang paling membutuhkannya.
 
Vaksin ini hanya membutuhkan pendinginan normal pada suhu dua hingga delapan derajat Celsius dan mudah diangkut.
 
Baca: Vaksin AstraZeneca Disetujui, PM Inggris Ingin Vaksinasi Diperbanyak.
 
Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock mengatakan hal ini akan mencakup seluruh populasi bila dikombinasikan dengan pesanan penuh vaksin milik Pfizer-BioNTech.
 
Sementara itu, Perdana Menteri Boris Johnson menyebut perkembangan ini sebagai kemenangan bagi ilmu pengetahuan. Johnson pun menegaskan bahwa pemerintahannya akan bergerak untuk memvaksinasi sebanyak mungkin orang secepat mungkin.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif