Area di sekitar Arc de Triomphe sempat ditutup akibat ancaman bom. Foto: AFP
Area di sekitar Arc de Triomphe sempat ditutup akibat ancaman bom. Foto: AFP

Sempat Diancam Bom, Wilayah Paris Diamankan

Internasional prancis Kartun Nabi Muhammad Emmanuel Macron
Fajar Nugraha • 28 Oktober 2020 05:55
Paris: Area di sekitar Arc de Triomphe dan Menara Eiffel di pusat Kota Paris, Prancis telah dibuka kembali setelah dievakuasi sebentar pada Selasa 27 Oktober 2020 untuk peringatan keamanan. Polisi mengatakan ada ancaman bom.
 
“Daerah Arc de Triomphe dan stasiun kereta bawah tanah di sekitarnya telah dievakuasi menyusul peringatan bom. Tetapi pada pukul 16.30 (waktu setempat) lalu lintas kembali normal,” kata polisi dan saksi, seperti dikutip AFP, Rabu 28 Oktober 2020.
 
Taman Paris Champ de Mars di sekitar Menara Eiffel juga sempat dievakuasi sebentar menyusul ditemukannya tas berisi amunisi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebanyak dua situs berita lokal Prancis menunjukkan gambar tas biru dengan berbagai jenis amunisi.
 
Baca: Kemenlu Panggil Dubes Prancis, Kecam Ucapan Presiden Macron.
 
Prancis dalam kondisi siaga tinggi setelah pemenggalan kepala seorang guru bulan ini oleh seorang warga Prancis keturunan Chechnya berusia 18 tahun yang marah karena kartun Nabi Muhammad digunakan dalam pelajaran di kelas. Samuel Paty, guru dalam pelajaran kewarganegaraan tewas dipenggal tidak jauh dari sekolah di Paris.
 
Ada beberapa peringatan bom palsu, yang terbaru di stasiun kereta api Lyon minggu lalu dan di Menara Eiffel sebulan yang lalu. Namun semuanya berakhir karena ancaman tidak terbukti.

Kontroversi Macron

Setelah insiden yang dialami Samuel Paty, Presiden Prancis Emmanuel Macron melontarkan komentar yang menghina agama Islam.
 
Macron yang sebelumnya menggambarkan ’Islam sebagai agama dalam krisis’ dan mengumumkan rencana untuk undang-undang yang lebih keras untuk menangani apa yang disebutnya ‘separatisme Islam’ di Prancis.
 
Baca: Imbas Kartun Nabi, Prancis Peringatkan Warganya di Indonesia Terkait Ancaman.
 
Kementerian Luar Negeri memanggil Duta Besar Prancis untuk Indonesia Olivier Chambard, terkait ucapan Macron mengenai Islam. Kemenlu menyampaikan kecamannya kepada Presiden Prancis termuda itu.
 
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah menyampaikan bahwa Dubes Chambard melakukan pertemuan di Jalan Pejambon Selasa 27 Oktober 2020.
 
Kemenlu Prancis pun sebelumnya mengeluarkan peringatan kepada warganya yang berada di negara mayoritas Muslim akan adanya serangan. Faizasyah menegaskan, sesuai dengan Konvensi Wina, pemerintah ada kewajinan untuk memberi perlindungan kepada kantor-kantor diplomatik negara asing yang berkedudukan di Indonesia, termasuk diplomatnya.
 
Islam jelas melarang untuk menggambarkan sosok Nabi Muhammad dalam bentuk apapun. Siapapun yang melakukan hal tersebut, dianggap melecehkan.
 
(ADN)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif