Polisi London di Inggris jadi target serangan. Foto: AFP
Polisi London di Inggris jadi target serangan. Foto: AFP

Ditabrak Mobil, Kantor Polisi London Jadi Target Serangan

Internasional polisi inggris
Fajar Nugraha • 12 November 2020 06:04
London: Polisi London mengatakan seorang pria ditangkap setelah sebuah mobilnya menabrak kantor polisi di London utara, Inggris pada Rabu 11 November. Diduga tabrakan itu disengaja.
 
Tidak ada korban luka yang dilaporkan, dan tidak jelas bagaimana kecelakaan itu terjadi.
 
Menurut Kepolisian Metropolitan, Kantor Polisi Edmonton dievakuasi setelah kendaraan menghantam gedung sebelum pukul 19:00 pada Rabu malam. Layanan Ambulans London dan pemadam kebakaran berada di lokasi untuk memberikan bantuan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rekaman video yang diposting online menunjukkan seorang pria meninggalkan mobil dan menuangkan zat ke jalan dari sebuah wadah. Berdiri di depan bus, pria itu kemudian membakar cairan itu.
 
Para saksi dapat mendengar teriakan saat sebuah mobil polisi berhenti dan petugas berlari untuk menangkap pria itu di halte bus terdekat.
 
Petugas polisi lainnya tampaknya menggunakan alat pemadam kebakaran untuk memadamkan api di jalan.
 
"Kendaraan itu tetap berada di tempat kejadian. Petugas spesialis hadir saat diperiksa," kata polisi dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Kamis 12 November 2020.
 
"Kantor polisi telah dievakuasi dan penjagaan polisi yang besar sudah disiapkan,” imbuh pernyataan.
 
Kate Osamor, anggota parlemen setempat, mengatakan di Twitter: "Sebuah insiden besar telah diumumkan di kantor polisi Edmonton Green. Harap tetap aman jika Anda berada di area tersebut."
 
Tidak ada rincian lebih lanjut dari polisi mengenai sifat insiden tersebut.
 
Lokal Peter Allimadi, 30, mengatakan dia mendengar "teriakan, benturan keras dan sirene dari mana-mana."
 
Awal bulan ini, tingkat ancaman terorisme di Inggris dinaikkan menjadi ‘parah’. Ini berarti serangan dianggap sangat mungkin terjadi, setelah insiden baru-baru ini di Prancis dan Austria, meskipun pemerintah mengatakan tidak ada ancaman khusus.
 
(JMS)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif