Petugas darurat dan keamanan berada di lokasi penembakan terhadap seorang pendeta Ortodoks di kota Lyon, Prancis pada Sabtu, 31 Oktober 2020. (AFP)
Petugas darurat dan keamanan berada di lokasi penembakan terhadap seorang pendeta Ortodoks di kota Lyon, Prancis pada Sabtu, 31 Oktober 2020. (AFP)

Pendeta Ortodoks Terluka Parah dalam Penembakan di Prancis

Internasional Kartun Nabi Muhammad Emmanuel Macron Pembunuhan di Nice
Willy Haryono • 01 November 2020 07:46
Lyon: Seorang pendeta kristen Ortodoks terluka parah dalam penembakan di kota Lyon, Prancis pada Sabtu, 31 Oktober 2020. Pelaku yang menggunakan senjata jenis sawn-off shotgun melarikan diri usai beraksi.
 
Korban, pendeta berusia 52 tahun dengan kewarganegaraan Yunani, ditembak saat sedang menutup gerejanya pada petang hari. Ia mengalami luka serius di bagian perut dan saat ini masih dirawat di rumah sakit.
 
Serangan terjadi saat Prancis bersiaga penuh atas pembunuhan tiga orang di dalam sebuah gereja di kota Nice dan usai pemenggalan terhadap seorang guru bernama Samuel Paty di luar Paris terkait kontroversi kartun Nabi Muhammad buatan majalah Charlie Hebdo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut beberapa sumber, pendeta Ortodoks di Lyon terkena tembakan di bagian liver dalam jarak dekat. Polisi tidak menemukan senjata di lokasi kejadian.
 
"Sebuah insiden sedang terjadi (di Lyon). Personel darurat dan keamanan berada di lokasi," tulis Kementerian Dalam Negeri Prancis via Twitter, dilansir dari laman AFP.
 
Gereja Ortodoks tempat terjadinya penembakan berdiri di sebuah area permukiman warga di Lyon. Area tersebut relatif sepi karena kebijakan penguncian (lockdown) terbaru yang mulai diberlakukan pada Jumat, 30 Oktober, demi meredam penyebaran virus korona (covid-19).
 
Di Paris, Mendagri Prancis Gerald Darmanin menggelar rapat darurat untuk membahas situasi keamanan saat ini.
 
Sementara Perdana Menteri Prancis Jean Castex mengatakan bahwa "pemerintah bertekad mengizinkan semua orang untuk beribadah secara bebas dalam situasi yang aman."
 
Penembakan terjadi hanya beberapa hari usai tiga orang tewas dalam penikaman di dalam sebuah gereja di kota Nice. Seorang pelaku asal Tunisia sudah ditembak di dekat lokasi serangan.
 
Baca:Menelusuri Sosok Brahim Aouissaoui, Pelaku Serangan di Nice
 
Prancis menjadi sorotan global usai Charlie Hebdo merilis ulang kartun Nabi Muhammad. Kartun itu berujung pada pemenggalan Paty dan diyakini terkait dengan penikaman di Nice dan serangan terbaru di Lyon.
 
Presiden Emmanuel Macron menjadi tokoh paling disorot karena membela kartun Nabi Muhammad, dengan mengatakan bahwa itu adalah bagian dari kebebasan berekspresi yang dijamin oleh konstitusi Prancis. Pernyataan Macron mendapat sorotan luas dari negara dan tokoh-tokoh Muslim.
 
Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian memperingatkan bahwa semua warga Prancis kini menghadapi risiko keamanan "di mana pun mereka berada."
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif