Kota Kherson di Ukraina dilaporkan akan dicaplok Rusia./AFP
Kota Kherson di Ukraina dilaporkan akan dicaplok Rusia./AFP

Rusia Ditengarai Berencana Caplok Ukraina Timur

Internasional Amerika Serikat ukraina rusia Rusia-Ukraina Perang Rusia-Ukraina Rusia vs Ukraina
Marcheilla Ariesta • 03 Mei 2022 17:53
Washington: Seorang pejabat senior Amerika Serikat (AS) Michael Carpenter mengatakan, Kremlin berencana mencaplok sebagian besar Ukraina timur akhir bulan ini. Ia mengatakan, Moskow akan mengakui kota selatan Ukraina, Kherson sebagai milik mereka.
 
"Tidak ada langkah yang akan diakui oleh Amerika Serikat atau sekutu kami (terkait pencaplokan wilayah)," seru Carpenter yang juga adalah duta besar AS untuk Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa, dikutip dari Gulf Today, Selasa, 3 Mei 2022.
 
Carpenter mengutip informasi bahwa Rusia berencana untuk mengadakan referendum palsu di apa yang disebut republik rakyat Donetsk dan Luhansk. "Hal itu akan mencoba untuk menambahkan laposan legitimasi demokrasi atau pemilihan yang melampirkan entitas ke Rusia," katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan, ada tanda-tanda bahwa Negeri Beruang Merah akan merekayasa pemungutan suara kemerdekaan di Kherson.
 
Dia mencatat bahwa walikota dan legislator lokal di sana telah diculik. Selain itu, layanan internet dan ponsel diputus. Bahkan, kurikulum sekolah Rusia akan segera diberlakukan.
 
Pemerintah Ukraina, sambung dia, mengklaim Rusia telah memperkenalkan rubel sebagai mata uang di sana.
 
Baca juga: Rudal Rusia Serang Asrama Ukraina, Remaja 14 Tahun Tewas
 
Sementara itu, pada Minggu kemarin, lebih dari 100 orang termasuk perempuan dan anak-anak dievakuasi dari pabrik baja Azovstal. Mereka berangkat dengan bus dan ambulans ke kota Zaporizhzhia yang dikuasai Ukraina.
 
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kepada televisi pemerintah Yunani bahwa warga sipil yang tersisa di pabrik baja takut naik bus karena mereka takut akan dibawa ke Rusia. Dia mengatakan dia telah diyakinkan oleh PBB bahwa mereka akan diizinkan pergi ke daerah-daerah yang dikontrol pemerintahnya.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif