Ilustrasi oleh AFP.
Ilustrasi oleh AFP.

Varian Omicron Ciptakan Kekacauan Penerbangan di AS

Internasional Amerika Serikat Penerbangan Omicron Varian Omicron
Medcom • 31 Desember 2021 18:08
Washington: Maskapai penerbangan Amerika Serikat (AS) kian melihat pembatalan penerbangan massal pada Kamis, 31 Desember 2021. Hal tersebut terjadi karena varian virus korona Omicron menyasar para staf.
 
Dilansir dari Anadolu Agency, Kamis, 31 Desember 2021, menurut FlightAware, lebih dari 1.190 penerbangan yang dijadwalkan berangkat dari AS dibatalkan. FlightAware merupakan layanan pelacakan penerbangan di seluruh industri, dan 4.300 lainnya ditunda.
 
Juru bicara sebuah maskapai penerbangan, Maddie King mengatakan, ia tidak yakin kapan operasi akan kembali normal. Industri belum mengantisipasi dampak varian omicron pada staf.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ini tidak terduga,” kata King.
 
Baca: Maskapai Penerbangan AS Batalkan 800 Penerbangan Akibat Kasus Omicron Melonjak.
 
FlightAware mengatakan bahwa tiga maskapai, United, Delta, dan JetBlue telah membatalkan lebih dari 10 persen dari jadwal penerbangan pada Sabtu. American Airlines juga membatalkan 90 penerbangan pada hari yang sama.
 
Virus ini diketahui telah menciptakan kekacauan, dengan kekurangan staf di seluruh industri penerbangan. Pada Rabu, 1.082 penerbangan dihentikan.
 
Seorang juru bicara United Airlines mengatakan kepada CBS News bahwa perusahaan dengan panik mencoba untuk memesan ulang pelanggan.
 
“Lonjakan nasional kasus omicron minggu ini berdampak langsung pada awak penerbangan kami dan orang-orang yang menjalankan operasi kami,” ujar juru bicara United Airlines.
 
“Akibatnya, sayangnya kami harus membatalkan beberapa penerbangan dan memberitahu pelanggan yang terkena dampak sebelum mereka datang ke bandara,” tambahnya.
 
Pembatalan disebut datang pada saat orang bergantung pada maskapai penerbangan untuk perjalanan selama musim liburan. Administrasi Keamanan Transportasi AS (TSA) mengatakan bahwa sebanyak enam juta orang diperkirakan akan menggunakan maskapai.
 
Kekurangannya akut meskipun fakta bahwa Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mempersingkat waktu isolasi untuk pasien tanpa gejala. Mereka yang tidak menunjukkan gejala, menjadi lima hari dari 10 guna mencoba mengurangi kekurangan staf bisnis di seluruh negeri.
 
Kini, varian Omicron yang sangat menular dilaporkan menyumbang 58,6 persen dari semua infeksi AS.
 
“Varian Omicron menyebar dengan cepat dan berpotensi berdampak pada semua aspek masyarakat kita,” ucap CDC dalam sebuah pernyataan seperti dilansir CBS News.
 
CDC mengatakan bahwa mereka yang berhasil dalam perjalanan udara hanya boleh melakukannya jika divaksinasi. Mereka harus memakai masker, mempraktikkan jarak sosial, dan sering diuji. (Nadia Ayu Soraya)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif