NEWSTICKER
Kanselir Jerman Angela Merkel. (Foto: AFP)
Kanselir Jerman Angela Merkel. (Foto: AFP)

Antisipasi Tertular Korona, Kanselir Jerman Mengisolasi Diri

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19 Berita Virus Corona Hari Ini
Willy Haryono • 23 Maret 2020 07:09
Berlin: Kanselir Jerman Angela Merkel mengisolasi diri sendiri usai bertemu dengan seorang dokter yang dinyatakan positif mengidap penyakit virus corona (covid-19). Merkel bertemu dokter tersebut untuk menerima vaksinasi pencegahan infeksi virus.
 
Juru bicara Merkel, Steffen Seibert, mengumumkan bahwa Merkel memutuskan mengisolasi diri, sekitar dua hari usai bertemu dokter tersebut. Ia mengatakan, Merkel tetap bekerja dari rumah sembari menjalani tes "rutin."
 
"Bahkan dari karantina domestik pun, Kanselir akan tetap melanjutkan pekerjaannya," kata Seibert, menurut laporan kantor berita DW, Minggu 22 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengumuman mengenai isolasi diri muncul usai Merkel mengumumkan rangkaian aturan baru dalam menekan penyebaran covid-19 di seantero Jerman. Salah satu aturan itu adalah larangan menggelar pertemuan yang dihadiri lebih dari dua orang.
 
"Interaksi sosial secara langsung berbahaya untuk saat ini," ujar pemimpin negara bagian Rhine-Westphalia Utara, Armin Laschet. Ia mengatakan pemerintah pusat dan daerah Jerman telah bersama-sama menyepakati aturan ketat ini.
 
Keputusan melarang pertemuan di atas dua orang diambil usai pertemuan antara Merkel dan 16 pemimpin negara bagian. Terdapat pengecualian untuk pertemuan antar keluarga inti atau mengenai upaya pengendalian pandemi covid-19.
 
Merkel menekankan bahwa semua orang di Jerman saat ini harus tetap berada di dalam rumah. Namun jika harus keluar, Merkel mendorong agar warga menjaga jarak antar satu sama lain, minimal 1,5 meter.
 
Sejumlah laporan mengatakan larangan terbaru ini merupakan keputusan Merkel yang tidak ingin menerapkan lockdown seperti di negara-negara Eropa lainnya, termasuk Italia dan Spanyol.
 
Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins pada Senin 23 Maret 2020, jumlah kasus covid-19 di Jerman telah melampaui 23 ribu. Sementara angka kematiannya mencapai 92, dengan jumlah pasien sembuh menyentuh angka 266.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif