Warga AS yang melihat kedatangan kapal kesehatan USNS Comfort di New York. Foto: AFP
Warga AS yang melihat kedatangan kapal kesehatan USNS Comfort di New York. Foto: AFP

Saksikan Kedatangan Kapal Medis, Warga AS Langgar Aturan Jarak

Internasional amerika serikat Virus Korona Coronavirus virus corona
Arpan Rahman • 31 Maret 2020 19:08
New York: Kerumunan orang mengabaikan aturan jarak sosial di New York ketika mereka berkumpul untuk menyaksikan kedatangan kapal rumah sakit Angkatan Laut AS. Kapal ini dikerahkan untuk membantu perang melawan virus korona.
 
Kapal bemuatan 1.000 tempat tidur disambut sebagai suar harapan di tengah perjuangan putus asa melawan pandemi di Big Apple. Saat ini rumah sakit telah dibanjiri dengan pasien yang menderita covid-19.
 
Negara bagian New York menyumbang hampir setengah dari lebih dari 152.000 kasus di Amerika Serikat dan lebih dari 40 persen dari lebih dari 2.800 kematiannya. Warga sekarang hidup di bawah pedoman jarak sosial untuk memerangi penyebaran virus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meskipun demikian, orang-orang terlihat berkumpul di dekat Sungai Hudson untuk menghibur kapal Angkatan Laut AS Comfort, sebuah kapal tanker minyak yang dikonversi, dihiasi dengan salib merah raksasa, saat berlayar melewati Patung Liberty pada Senin.
 
Beberapa penonton berteriak, "Trump, Trump, Trump," ketika kapal besar itu mendekati dermaga Midtown Manhattan di mana ia berlabuh.
 
"Ini adalah suasana masa perang dan kita semua harus bersatu," kata Wali Kota New York City Bill de Blasio, seperti dikutip CNN, Selasa, 31 Maret 2020.
 
Dia katakan, persiapan untuk kapal, termasuk pengerukan, memakan waktu delapan hari. Ini jauh lebih sedikit dari yang diperkirakan dua pekan sebelumnya.
 
USNS Comfort akan merawat pasien yang bukan virus korona, termasuk mereka yang membutuhkan pembedahan dan perawatan kritis.
 
Para pejabat kesehatan AS mendesak warga Amerika untuk mengikuti perintah tinggal di rumah dan langkah-langkah lain guna menahan penyebaran virus, yang pertama kali pecah di Tiongkok dan telah menginfeksi sekitar tiga perempat juta orang di seluruh dunia.
 
Mengurangi tekanan di New York, pembangunan rumah sakit lapangan dengan 68 tempat tidur dimulai pada Minggu di Central Park, dan tenda-tenda putih yang dibangun membangkitkan nuansa masa perang di pulau hijau yang biasanya digunakan oleh penduduk New York untuk berolahraga, piknik, dan menikmati tanda-tanda pertama musim semi.
 
Gubernur negara bagian New York Andrew Cuomo mengatakan pada konferensi pers bahwa negara bagian tersebut mungkin harus menutup taman bermain di kota berpenduduk paling padat di negara itu. Dia mengatakan upaya resmi untuk mengurangi jumlah orang di ruang publik itu belum berhasil.
 
Wali Kota De Blasio mengatakan, jumlah korban tewas di kotanya akan naik jika Washington tidak segera memberikan bantuan. "Hari Minggu adalah D-Day, kami butuh bantuan pada Minggu," katanya kepada CNN.
 
Wali Kota Blasio, kemudian berterima kasih kepada presiden Republik Donald Trump karena mengirim USNS Comfort.
 
AS memiliki kasus paling banyak dikonfirmasi di dunia. Jumlah orang terinfeksi mencapai 164.610 jiwa, sementara korban meninggal mencapai 3.170 orang. Adapun warga sembuh mencatat angka 5.945 orang.

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif