Donald Trump melayat Ruth Bader Ginsburg di Gedung Mahkamah Agung AS. Foto: Channel News Asia
Donald Trump melayat Ruth Bader Ginsburg di Gedung Mahkamah Agung AS. Foto: Channel News Asia

Trump Dicemooh saat Melayat Mantan Hakim Mahkamah Agung AS

Internasional amerika serikat donald trump
Surya Perkasa • 25 September 2020 06:59
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disambut dengan ejekan ketika melawat Hakim Mahkamah Agung Ruth Bader Ginsburg, yang disemayamkan di luar gedung tersebut. Warga yang berkumpul meneriaki Trump.
 
Trump, mengenakan masker wajah hitam dan ditemani oleh ibu negara Melania Trump, berdiri di dekat peti mati di gedung pengadilan itu. Ejekan dan teriakan ‘pilih dia keluar (dari Gedung Putih)’.
 
Momen yang menjadi sorotan publik, ketika kematian Ginsburg menjelang pemilihan presiden 3 November.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden dari Partai Republik, yang telah melantik dua petinggi pengadilan tinggi sejak menjabat pada 2017 mengatakan, dia akan mengungkap pengganti Ginsburg pada Sabtu. Ini tepat seminggu setelah hakim berusia 87 tahun itu meninggal pada 18 September.
 
Keputusannya untuk segera mengganti penggantinya kurang dari dua bulan sebelum pemilu telah menarik garis pertempuran tajam antara Partai Republik dan Demokrat. Ini mengubah persaingan ketika Trump berupaya terpilih kembali selama pandemi virus korona yang telah menewaskan lebih dari 200.000 orang di Amerika Serikat.
 
Ginsburg, yang ditunjuk oleh Presiden Demokrat Bill Clinton pada 1993, adalah ikon kaum liberal, terutama karena pengadilan semakin konservatif.
 
Kematiannya telah memicu dorongan baru dari Partai Demokrat untuk mendorong warga ke pemungutan suara pada November dan menerima banyak sumbangan kampanye.
 
Sebelum pemilu 2016 yang membuat Trump menjadi presiden, Ginsburg mengkritiknya di depan umum, menyebutnya "penipu" dalam satu wawancara.
 
Trump menanggapi dengan menulis bahwa ‘pemikiran Ginsburg ditembak’. Dia kemudian meminta maaf mengatakan, dia menyesali komentar ‘keliru’ tersebut.
 
Trump menuai kritik dalam beberapa hari terakhir karena tidak menghormati keinginan Ginsburg di akhir hidupnya, yang dilaporkan dalam sebuah pernyataan kepada cucunya. Ginsburg meminta bahwa penggantinya akan ditentukan oleh presiden berikut AS.

 
(SUR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif