Sekelompok warga Prancis mengenakan masker di tengah pandemi covid-19. (Foto: AFP)
Sekelompok warga Prancis mengenakan masker di tengah pandemi covid-19. (Foto: AFP)

Prancis Izinkan Kegiatan Keagamaan dengan Syarat

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19
Willy Haryono • 23 Mei 2020 12:03
Paris: Pemerintah Prancis akan mengizinkan kembali kegiatan keagamaan setelah terhenti selama lebih kurang dua bulan akibat pandemi virus korona (covid-19). Dilansir dari India Today, Sabtu 23 Mei 2020, Kementerian Dalam Negeri Prancis menyatakan bahwa kegiatan keagamaan boleh berlanjut, namun semua jemaah diwajibkan mengenakan masker wajah.
 
Tadi malam, Kemendagri Prancis berencana mengeluarkan sebuah dekrit terbaru mengenai kegiatan keagamaan di tengah pandemi covid-19.
 
Di bawah dekrit terbaru, larangan berkumpul yang diterapkan di Prancis pada Maret lalu akan dicabut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun kegiatan kolektif keagamaan diwajibkan tunduk pada serangkaian syarat, termasuk mengenakan masker, menjaga jarak fisik antar jemaah minimal satu meter, dan mencuci tangan.
 
Prancis telah melonggarkan kebijakan penguncian wilayah (lockdown) bulan ini, namun tetap melarang kegiatan kolektif keagamaan. Hal tersebut memicu keluhan dari sejumlah grup agama di Prancis, yang merasa diperlakukan tidak adil.
 
Kemendagri Prancis mengatakan kegiatan keagamaan dapat berlanjut mulai awal Juni. Namun untuk beberapa grup keagamaan, kegiatan sudah bisa dilanjutkan saat aturan terbaru diterbitkan.
 
Muslim, yang berjumlah sekitar 9 persen dari total populasi di Prancis, akan merayakan Hari Raya Idulfitri pada 24-25 Mei mendatang.
 
Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins pada Sabtu ini, total kasus covid-19 di Prancis berada di angka 182.015 dengan 28 ribu lebih kematian dan 63.986 pasien sembuh.
 
Prancis sempat masuk daftar empat besar negara dengan angka kasus tertinggi. Namun angka kasus di Prancis terus menurun, sementara beberapa negara lain seperti Rusia dan Brasil melonjak drastis.
 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kini menyatakan Amerika Selatan sebagai episentrum baru covid-19, dengan Brasil sebagai negara yang terkena dampak terparah.
 

(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif