Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian. (Attila KISBENEDEK / AFP)
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian. (Attila KISBENEDEK / AFP)

Protes Aliansi AUKUS, Prancis Tarik Dubes dari AS dan Australia

Internasional Amerika Serikat Kapal Selam Inggris Australia prancis AUKUS
Willy Haryono • 19 September 2021 09:20
Paris: Prancis meluapkan kemarahannya dengan menarik dua duta besar atas pembentukan aliansi bernama AUKUS yang terjalin antara Amerika Serikat, Australia, dan Inggris. Dalam aliansi tersebut, Australia akan menerima teknologi untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir.
 
Langkah tersebut mengacaukan perjanjian bernilai miliaran dolar yang sudah disepakati antara Prancis dan Australia.
 
Berbicara kepada media France 2, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian menegaskan bahwa "krisis serius" sedang terjadi antara Prancis dan tiga negara mitranya, AS, Australia, dan Inggris.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Faktanya adalah, untuk kali pertama dalam sejarah antara Amerika Serikat dan Prancis, kami menarik duta besar kami untuk melakukan konsultasi terkait aksi politik serius, yang memperlihatkan skala dari krisis antar negara-negara (mitra)," ungkap Le Drian, dikutip dari laman BBC, Minggu, 19 September 2021.
 
Penarikan dilakukan terhadap Dubes Prancis di AS dan Australia. Prancis tidak menarik dubesnya dari Inggris karena menilai negara tersebut "secara konstan bersikap oportunis."
 
"Dalam keseluruhan masalah ini, Inggris dapat dibilang hanya merupakan aktor sampingan," tutur Le Drian.
 
Ia menegaskan AUKUS merupakan sebuah aliansi yang dipandang Prancis sebagai pelanggaran besar di bidang kepercayaan antar negara mitra. Le Drian menyebut AS, Australia, dan Inggris baru menginformasikan Prancis mengenai AUKUS beberapa jam sebelum aliansi itu diumumkan.
 
Aliansi AUKUS dipandang sebagai salah satu upaya untuk menghadapi pengaruh Tiongkok di Laut China Selatan.
 
Menlu baru Inggris Liz Truss membela aliansi AUKUS dalam sebuah artikel di The Sunday Telegraph. Ia mengatakan, AUKUS memperlihatkan kesiapan Inggris untuk melakukan beragam hal demi mempertahankan kepentingan negara.
 
Lewat aliansi AUKUS, Australia akan menjadi negara ketujuh di dunia yang mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir. Selain soal kapal selam, AUKUS juga meliputi skema berbagi kapasitas siber, kepintaran buatan (AI), dan teknologi-teknologi bawah laut lainnya.
 
Pengumuman AUKUS mengakhiri perjanjian senilai USD37 miliar yang telah ditandatangani Prancis dan Australia di tahun 2016 untuk membangun 12 kapal selam konvensional.
 
Baca:  Mengenal Teknologi Kapal Selam Nuklir Australia yang Bikin Tiongkok Geram
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif