Aktivitas maskapai United Airlines di salah satu bandara di Amerika Serikat. (AFP)
Aktivitas maskapai United Airlines di salah satu bandara di Amerika Serikat. (AFP)

Bantah Trump, Tim Biden Tegaskan Larangan Perjalanan AS Tidak Dicabut

Internasional amerika serikat Virus Korona joe biden donald trump pandemi covid-19
Marcheilla Ariesta • 19 Januari 2021 16:03
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa larangan masuk AS akibat virus korona (covid-19) untuk sebagian besar warga Eropa dan Brasil akan dicabut. Namun, pengumuman tersebut dimentahkan oleh juru bicara dari presiden terpilih AS Joe Biden.
 
Menurut Trump, pencabutan bisa dilakukan pada akhir bulan ini.
 
"Atas saran tim medis kami, pemerintahan tidak bermaksud untuk mencabut pembatasan ini pada 26 Januari mendatang," ucap Jen Psaki, jubir Biden, dilansir dari India Today, Selasa, 19 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Faktanya, kami berencana memperkuat langkah-langkah kesehatan masyarakat terkait perjalanan internasional demi mengurangi penyebaran covid-19," imbuh dia.
 
Bantahan ini menggarisbawahi buruknya proses transisi kekuasaan. Menurut Psaki, keputusan Biden untuk tetap menerapkan larangan masuk ke AS sesuai dengan situasi saat ini.
 
"Dengan pandemi yang semakin memburuk, dan munculnya varian baru yang lebih menular, ini bukan saatnya untuk mencabut pembatasan perjalanan internasional," seru Psaki.
 
Baca:  Pendatang Asing Wajib Tunjukkan Surat Negatif Covid-19 untuk Masuk AS
 
Sebelumnya, Trump mengatakan dirinya berencana mencabut larangan perjalanan dari Eropa dan Brasil. Namun untuk Tiongkok dan Iran, lanjut Trump, larangan akan tetap diberlakukan.
 
"Tindakan ini adalah cara terbaik untuk terus melindungi warga Amerika dari covid-19, dengan tetap memastikan aktivitas perjalanan dapat dilanjutkan dengan aman," ucapnya dalam pernyataan yang dirilis Gedung Putih.
 
Trump menerapkan larangan perjalanan pada 31 Januari tahun lalu terhadap pada pelancong non-Amerika yang masuk dari Tiongkok. Larangan itu kemudian diperluas ke negara-negara Eropa pada 14 Maret 2020.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif