Logo Perserikatan Bangsa-Bangsa. (AFP)
Logo Perserikatan Bangsa-Bangsa. (AFP)

PBB Khawatirkan Pelabelan Israel terhadap 6 Grup HAM Palestina

Internasional Palestina pbb hak asasi manusia Israel Benny Gantz
Willy Haryono • 23 Oktober 2021 15:15
Jenewa: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengaku khawatir atas langkah terbaru Israel pada Jumat kemarin yang menyatakan enam grup hak asasi manusia Palestina sebagai "organisasi teror."
 
Kantor HAM PBB di wilayah pendudukan Palestina mengatakan bahwa "legislasi anti-terorisme tidak boleh digunakan untuk membendung HAM dan aktivitas bidang kemanusiaan."
 
"Keputusan Biro Nasional Pendanaan Anti-Teror Israel sangatlah samar atau tidak relevan," ujar Kantor HAM PBB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami menyerukan Israel untuk menghormati penuh hak kebebasan berasosiasi dan berekspresi tanpa adanya intervensi atau gangguan," sambungnya, dilansir dari laman Anadolu Agency, Sabtu, 23 Oktober 2021.
 
Dalam pernyataan terpisah, kelompok Monitor HAM Euro-Mediterania menilai langkah Israel merupakan bagian dari pelemahan hak sipil dan aktivitas HAM di wilayah pendudukan Palestina.
 
"Klasifikasi (grup teror oleh Israel) bertujuan mencegah dokumentasi beragam pelanggaran Israel," tutur grup yang berbasis di Jenewa tersebut.
 
Monitor HAM Euro-Mediterania juga menyerukan komunitas global untuk mendesak otoritas Israel agar membatasi kebijakan mereka terkait pembungkaman suara kritis di wilayah Palestina.
 
Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh menentang keputusan terbaru Israel, menyebutnya sebagai sebuah pelanggaran serius di bidang hukum internasional. Ia meminta seluruh negara di dunia untuk bersatu mengecam keputusan tersebut.
 
Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz menyatakan enam grup HAM Palestina sebagai perpanjangan tangan dari Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PLFP), kelompok yang dinyatakan Israel sebagai grup teror.
 
Keenam organisasi yang dimaksud Benny Gantz adalah grup Al-Haq, Addameer, Pertahanan untuk Anak Internasional, Serikat Komite Perempuan Palestiba, Pusat Riset dan Advokasi Bisan, serta Serikat Komite Pekerjaan Agrikultur.
 
Menurut keterangan dari kantor Kemenhan Israel, keenam organisasi tersebut mempekerjakan anggota senior PFLP, "termasuk aktivis yang terlibat dalam aktivitas teror."
 
Baca:  Israel Nyatakan 6 Grup HAM Palestina sebagai 'Organisasi Teror'
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif