Pengunjuk rasa bentrok dengan aparat kepolisian di Minneapolis, AS. (Foto: AFP/Kerem Yucel)
Pengunjuk rasa bentrok dengan aparat kepolisian di Minneapolis, AS. (Foto: AFP/Kerem Yucel)

Kerusuhan Meletus di Minneapolis dan St. Paul, WNI Aman

Internasional Kematian George Floyd
Willy Haryono • 30 Mei 2020 06:27
Chicago: Aparat keamanan saat ini terus berjaga-jaga di area "Twin Cities" (kota Minneapolis dan St. Paul) di negara bagian Minnesota, Amerika Serikat, yang dilanda kerusuhan massal selama 3 hari terakhir. Tindakan anarkis massa diketahui bermula dari unjuk rasa memprotes meninggalnya George Floyd, seorang penjaga keamanan berusia 46 tahun keturunan Afrika-Amerika, yang diduga terjadi akibat tindakan penangkapan empat oknum kepolisian pada Senin 25 Mei.
 
Unjuk rasa bermula secara damai di area yang berdekatan dengan kantor polisi Third Precinct, yang merupakan tempat berdinas keempat polisi yang menangkap George Floyd, pada Selasa 26 Mei petang pukul 16.30 waktu setempat. Aksi protes meningkat pada malam hari, dengan tindakan pelemparan benda-benda ke aparat kepolisian yang berjaga mengamankan unjuk rasa.
 
KJRI Chicago telah berkomunikasi dengan semua warga negara Indonesia di area Twin Cities, dan hingga Jumat pagi, mereka berada dalam kondisi aman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, KJRI Chicago juga telah dan terus mengimbau semua WNI untuk tetap memprioritaskan keamanan dan menghindari daerah kerusuhan, serta mematuhi anjuran dari pemerintah setempat, melalui kanal komunikasi Whatsapp dan media sosial.
 
Gubernur Minnesota, Tim Walz, pada Kamis siang waktu Chicago menetapkan keadaan darurat hingga hari ini, Sabtu 30 Mei 2020, untuk kawasan Minneapolis, St. Paul, dan sekitarnya. Sebanyak 500 pasukan Garda Nasional telah dimobilisasi dan telah turut serta membantu mengendalikan situasi.
 
Sementara Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey, dan Wali Kota St. Paul, Melvin Carter, juga menyatakan keadaan darurat lokal untuk kota mereka. Presiden AS Donald Trump juga menyatakan melalui akun media sosialnya bahwa kerusuhan ini menodai kenangan George Floyd.
 
Keempat polisi yang diduga terlibat dalam kematian George Floyd sudah dipecat dari dinas kepolisian. Namun, yang diinginkan para pengunjuk rasa dan keluarga George Floyd adalah petugas yang menindih Floyd (Derek Chauvin) ditangkap dan dijatuhi hukuman karena menghilangkan nyawa seorang pria yang tidak melawan saat ditangkap. Sesuai perkembangan, Komisioner Keselamatan Publik Minnesota pada Jumat siang mengumumkan Derek Chauvin telah resmi ditahan aparat keamanan.
 
Pada Jumat, salah satu jurnalis kulit hitam dari CNN, Omar Jimenez, serta 2 kru CNN lainnya, ditangkap saat sedang siaran langsung di lokasi. Namun, yang bersangkutan segera dilepas disertai permintaan maaf Gubernur Tim Walz kepada CNN.
 
Situasi dan kondisi di tempat kejadian pada Jumat pagi waktu setempat sudah mulai berangsur pulih, namun aparat keamanan tetap berjaga-jaga mengantisipasi akan timbulnya kembali aksi-aksi kerusuhan di sekitar tempat kejadian.
 
Kronologis Kejadian
 
Menyikapi pelemparan gas air mata oleh kepolisian, massa dikabarkan mulai melakukan perusakan hingga pembakaran berbagai gedung dan pusat perbelanjaan serta melakukan penjarahan di berbagai toko di Minneapolis. Hingga Jumat dini hari waktu setempat, para demonstran masih tetap melakukan aksinya di depan kantor polisi Third Precinct yang juga turut dibakar pada Kamis sore.
 
Aksi2 demonstran juga meluas dengan melakukan blokade jalan masuk salah satu jalan tol antar negara bagian yang berakibat pada kemacetan.
 
Hingga Jumat, tercatat ada satu korban meninggal, yakni seorang individu yang ditembak pemilik toko yang berupaya mengamankan barang dagangannya dari aksi penjarahan. Sementara angka pasti jumlah pengunjuk rasa maupun aparat kepolisian yang mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut masih terus didata. Aparat kepolisian setempat dikabarkan menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk menghalau massa.
 
Aksi unjuk rasa juga sempat meluas ke berbagai kota, seperti Chicago (Illinois), New York, Denver (Colorado), Phoenix (Arizona), dan Columbus (Ohio) pada Kamis malam, namun tidak sempat meluas karena dapat dibubarkan oleh aparat kepolisian setempat.
 
Sejumlah media AS memberitakan beredarnya rencana aksi unjuk rasa serupa pada Sabtu ini di Cleveland (Ohio), Colorado, Nashville (Tennessee), Des Moines (Iowa), Detroit (Michigan) dan Chicago.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif