Presiden AS Joe Biden belum ada rencana untuk pergi ke Ukraina./AFP
Presiden AS Joe Biden belum ada rencana untuk pergi ke Ukraina./AFP

Gedung Putih: Biden Tidak Ada Rencana ke Ukraina

Internasional Amerika Serikat ukraina joe biden Volodymyr Zelensky Perang Rusia-Ukraina
Marcheilla Ariesta • 19 April 2022 07:52
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tidak berencana mengunjungi Kiev, Ukraina. Hal ini disampaikan Juru Bicara Gedung Putih, Jen Psaki.
 
"Tidak ada rencana presiden pergi. Izinkan saya mengulanginya," kata Psaki, dilansir dari AFP, Selasa, 19 April 2022.
 
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak Biden untuk menunjukkan dukungan Amerika Serikat dalam perang melawan Rusia dengan melakukan perjalanan ke sana. Sejumlah pemimpin Eropa telah melakukan perjalanan Kiev dan bertemu dengan Zelensky.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, kunjungan Biden akan menghadirkan tantangan keamanan yang lebih kompleks. Pemerintahan Biden mengatakan sebaliknya ingin mengirim pejabat tinggi, kemungkinan besar Menteri Luar Negeri Antony Blinken atau Menteri Pertahanan Lloyd Austin.
 
"Jika ada yang pergi, kami tidak akan menguraikan dari sini atau di manapun dari pemerintah siapa saja mengenai kepergian dan kapan, ini untuk alasan keamanan," sambung dia.
 
Ia juga mengonfirmasi bahwa ada harapan untuk membuka kembali kedutaan AS di Kiev, meskipun dia tidak memberikan batas waktu.
 
"Itu tentu menjadi tujuan kami. Jelas memiliki kehadiran diplomatik di lapangan itu penting,' terangnya.
 
Baca juga: Zelensky Inginkan Biden Kunjungi Ukraina
 
Sebelumnya, dalam wawancaranya dengan CNN, Zelensky menginginkan Biden mengunjungi Ukraina. "Tapi itu keputusannya, tentu saja, dan tentang situasi keamanan, itu tergantung," sambung dia.
 
Menurut Zelensky, sebagai pemimpin AS, Biden harus datang ke negaranya untuk melihat sendiri yang terjadi. Sementara itu, dukungan Biden juga mendapat pujian dari Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba.
 
Ia mengatakan, kunjungan Biden akan menjadi 'pesan dukungan' yang penting bagi negaranya.
 
"Pertemuan pribadi antara dua presiden juga dapat membuka jalan bagi pasokan baru dan senjata AS ke Ukraina, juga untuk diskusi tentang kemungkinan penyelesaian politik konflik ini." serunya.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif