Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto: AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto: AFP

Zelensky Minta PBB Kunjungi Mal yang Diserang oleh Rusia

Fajar Nugraha • 29 Juni 2022 05:54
Kiev: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengunjungi lokasi serangan rudal di sebuah pusat perbelanjaan di kota Kremenchuk. Hal tersebut ia utarakan saat berbicara kepada Dewan Keamanan PBB pada Selasa 28 Juni 2022.
 
Berbicara melalui video dari Kiev dan mengenakan kemeja hijau zaitun, pemimpin Ukraina itu juga meminta anggota Dewan -,termasuk Rusia.- untuk mengheningkan cipta selama satu menit bagi mereka yang tewas dalam perang sejauh ini.
 
Baca: 36 Orang Masih Dinyatakan Hilang di Reruntuhan Mal Ukraina.

 
"Saya menyarankan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengirim perwakilan khusus, atau Sekretaris Jenderal PBB, sehingga PBB dapat secara mandiri menemukan informasi dan melihat bahwa ini memang serangan rudal Rusia," kata Zelensky tentang serangan Senin, di mana setidaknya 18 orang tewas, seperti dikutip AFP, Rabu 29 Juni 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dan dia meminta PBB untuk secara hukum mendefinisikan istilah "negara teroris," dengan alasan bahwa invasi Moskow ke negaranya pada 24 Februari menunjukkan "kebutuhan mendesak untuk mengabadikannya, secara harfiah, di tingkat PBB dan menghukum negara teroris mana pun."
 
Zelensky berbicara pada sesi darurat Dewan Keamanan PBB setelah serangan rudal Senin memicu kebakaran di dalam pusat perbelanjaan yang ramai di Kremenchuk.
 
Pihak berwenang Ukraina mengatakan, selain 18 orang yang dipastikan tewas, puluhan orang terluka dan banyak yang masih hilang.
 
Tentara Rusia pada Selasa mengklaim telah mengenai depot senjata terdekat dengan ledakan yang memicu kobaran api di pusat perbelanjaan, yang menurut Moskow "tidak beroperasi" pada saat itu.
 
Tetapi penduduk telah menolak klaim itu, mengatakan kepada AFP bahwa mereka tahu tidak ada senjata yang disimpan di daerah itu.
 
Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy mengulangi klaim tersebut kepada Dewan Keamanan pada Selasa, dan mengeluh tentang kehadiran Zelensky. “PBB tidak boleh diubah menjadi platform untuk kampanye humas jarak jauh untuk Presiden Zelensky untuk mendapatkan lebih banyak senjata dari NATO,” ujar Polyanskiy.
 
Sebelum Zelensky berbicara, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk urusan politik dan pembangunan perdamaian Rosemary DiCarlo mengatakan, kepada Dewan Keamanan bahwa PBB kini telah mencatat lebih dari 10.600 korban sipil di Ukraina, termasuk 4.731 kematian. Dia mengatakan jumlah korban sebenarnya "jauh lebih tinggi."
 
Zelensky terakhir berpidato di Dewan Keamanan pada 5 April.
 
Baca: Rusia Bantah Serang Mal di Ukraina.

 
Sebelum sesi darurat, Prancis, Irlandia, Norwegia, Inggris, Amerika Serikat dan Albania, serta duta besar Ukraina mengeluarkan pernyataan bersama di mana mereka mengatakan mereka "sangat mengutuk intensifikasi serangan rudal Rusia di wilayah Ukraina, menargetkan pemukiman dan infrastruktur sipil, selama periode 25-27 Juni 2022."
 
Itu termasuk serangan di pusat perbelanjaan, yang mereka sebut "serangan terang-terangan" terhadap warga sipil. Mereka menuntut Rusia segera menghentikan permusuhan dan menarik diri dari Ukraina.

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif