Presiden AS Joe Biden (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (AFP)
Presiden AS Joe Biden (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (AFP)

Biden dan Putin Akan Gelar Pertemuan Virtual Terkait Ketegangan Ukraina

Internasional Amerika Serikat ukraina vladimir putin rusia joe biden Rusia-Ukraina
Willy Haryono • 05 Desember 2021 08:29
Washington: Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan menggelar pertemuan virtual pada Selasa pekan depan, 7 Desember, untuk membicarakan berbagai hal terkini, terutama seputar ketegangan di perbatasan Ukraina.
 
Menurut keterangan seorang sumber di AS, Biden ingin mendiskusikan kekhawatiran AS mengenai penumpukan jumlah pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina. Selain itu, ia juga ingin membicarakan isu-isu seputar stabilitas strategis, keamanan siber, dan masalah regional.
 
"Kami sudah mengetahui apa saja langkah-langkah Rusia sejak lama, dan ekspektasi saya nantinya adalah, kami akan menggelar diskusi panjang dengan Putin," ucap Biden kepada awak media saat dirinya bertolak menuju Camp David, dikutip dari India Today, Minggu, 5 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rusia mengonfirmasi jadwal pertemuan antara Putin dan Biden, yang juga akan membahas isu-isu hubungan bilateral dan implementasi perjanjian yang telah dicapai di konferensi tingkat tinggi di Jenewa pada Juni lalu.
 
"Diskusi (Putin dan Biden) memang akan berlangsung Selasa depan," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov. "Hubungan bilateral, tentu saja (isu) Ukraina dan realisasi perjanjian yang dicapai di Jenewa merupakan beberapa agenda utama," tutur Peskov.
 
Lebih dari 94 ribu personel militer Rusia disiagakan Putin di dekat perbatasan Ukraina. Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov mengatakan bahwa Moskow mungkin tengah merencanakan operasi penyerangan berskala besar di akhir Januari.
 
Sementara menurut keterangan intelijen AS, mengutip keterangan pejabat yang menolak disebutkan namanya, Rusia kemungkinan dapat menginvasi Ukraina di awal 2022. Jumlah prajurit Rusia yang kini di kisaran puluhan ribu, diestimasi AS dapat bertambah hingga 175 ribu.
 
Analisis AS terhadap rencana Rusia di perbatasan Ukraina sebagiannya berasal dari data satelit. "Foto-foto yang diambil dalam sebulan terakhir memperlihatkan ketibaan unit militer di beragam lokasi di sepanjan perbatasan Ukraina," tutur pejabat tersebut.
 
Pernyataan pejabat anonim tersebut memberikan gambaran mengenai apa yang sudah dipaparkan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken kepada mitra-mitra Eropa. Kala itu, Blinken mendeskripsikan "bukti bahwa Rusia sudah membuat rencana untuk melancarkan langkah agresif terhadap Ukraina."
 
Baca:  Intelijen AS Prediksi Rusia Dapat Menginvasi Ukraina di Awal 2022
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif