PM Inggris Boris Johnson saat berada di Downing Street, London pada 20 April 2021. (TOBY MELVILLE / POOL / AFP)
PM Inggris Boris Johnson saat berada di Downing Street, London pada 20 April 2021. (TOBY MELVILLE / POOL / AFP)

PM Inggris Sambut Baik Vonis Polisi Pembunuh George Floyd

Internasional Amerika Serikat Inggris boris johnson Kematian George Floyd
Willy Haryono • 21 April 2021 14:29
London: Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyambut baik vonis bersalah yang dijatuhkan pengadilan di kota Minnesota kepada Derek Chauvin, mantan polisi pembunuh pria kulit hitam George Floyd. PM Johnson mengaku "terkejut" saat menerima informasi mengenai kematian Floyd tahun lalu.
 
"Saya terkejut atas kematian George Floyd dan menyambut baik putusan ini. Saya menyampaikan salah kepada keluarga dan kerabat George Floyd," tulis PM Johnson di Twitter, dikutip dari laman Independent pada Rabu, 21 April 2021.
 
Pada 25 Mei 2020, Floyd dihentikan polisi atas dugaan menggunakan uang palsu di sebuah toko di Minneapolis. Saat hendak dimasukkan ke dalam mobil, Floyd panik dan mengaku memiliki fobia ruang sempit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Polisi lalu menyuruh Floyd tiarap di jalan, dan Chauvin terlihat menindih leher pria 46 tahun itu dengan lutut. Metode penahanan kontroversial ini direkam seorang remaja.
 
Rekaman video amatir tersebut memperlihatkan Floyd berkata, "saya tidak bisa bernapas" di bawah tindihan lutut Chauvin. Floyd pun meninggal dunia beberapa menit setelahnya.
 
Dalam keputusan dewan juri pada Selasa kemarin, Chauvin dinyatakan bersalah atas tiga dakwaan pembunuhan. Ia akan divonis dalam persidangan terpisah sekitar dua bulan ke depan.
 
Kematian Floyd memicu kecaman luas di AS dan banyak negara di dunia. Persidangan Chauvin pun dinilai sebagai momen penting dalam isu diskriminasi yang selama ini melanda AS.
 
Presiden AS Joe Biden menilai vonis bersalah Chauvin sebagai suatu "kemajuan dalam keadilan rasial" di Negeri Paman Sam.
 
Wapres AS Kamala Harris juga menyampaikan pernyataan serupa. "Putusan ini belum akan menyembuhkan luka yang sudah ada selama beberapa generasi. Itulah mengapa kita harus terus berusaha untuk mendorong keadilan yang setara," seru Harris.
 
Baca:  Biden Sebut Vonis Bersalah Derek Chauvin Kemajuan dalam Keadilan Rasial
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif