Petugas mengenakan masker di Bandara Internasional Santiago di Chile. (Foto: AFP)
Petugas mengenakan masker di Bandara Internasional Santiago di Chile. (Foto: AFP)

Jumlah Kasus Covid-19 di Amerika Latin Lampaui 11 Ribu

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19 Berita Virus Corona Hari Ini
Willy Haryono • 28 Maret 2020 13:00
Mexico City: Jumlah kasus virus korona (covid-19) di Amerika Latin, kawasan dengan total populasi lebih dari 600 juta jiwa, telah melampaui 11 ribu. Menurut data terbaru Universitas Johns Hopkins, terdapat total 209 kematian akibat covid-19 di Amerika Latin.
 
Dilansir dari Anadolu Agency, Sabtu 28 Maret 2020, Chile dan Ekuador merupakan dua negara dengan jumlah kasus tertinggi covid-19 di Amerika Latin. Pemerintah Chile mencatat 1.610 kasus dengan 5 kematian dan 43 pasien sembuh. Sementara di Ekuador, jumlah kasusnya mencapai 1.627 dengan 41 kematian dan 3 pasien sembuh.
 
Di Peru, jumlah kasus covid-19 mencapai 635 dengan 11 kematian dan 16 pasien sembuh. Dari 717 pasien terinfeksi covid-19 di Meksiko, 12 di antaranya dinyatakan meninggal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengaku akan tetap menjalankan tur domestik di tengah pandemi covid-19. Lopez Obrador menegaskan dirinya tidak mau ada orang-orang berkerumun di bandara untuk menyambut kedatangan dirinya. Ia juga menolak berjabat tangan atau melakukan swafoto dengan siapapun.
 
Akhir pekan kemarin, Lopez Obrador dikritik saat berhenti sejenak di sebuah rumah makan di negara bagian Oaxaca. Di sana, ia menyerukan kepada semua warga Meksiko untuk tetap datang ke rumah makan dan restoran seperti biasa meski pandemi covid-19 masih berlangsung.
 
Jumat kemarin, Lope Obrador mengaku akan mengevaluasi kembali situasi di Meksiko terkait pandemi covid-19. Namun saat ini, ia mengaku akan tetap melanjutkan tur domestik sesuai rencana.
 
Virus covid-19 pertama kali muncul di Wuhan, provinsi, Tiongkok pada akhir Desember 2019. Virus itu kini sudah menyebar di lebih dari 190 negara, dengan Eropa sebagai pusat pandemi.
 
Namun belakangan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan Amerika Serikat berpotensi menjadi pusat pandemi karena lonjakan kasus dan kematian yang telah melampaui Tiongkok dan juga Eropa.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif