Pekerja medis menanti kedatangan pasien covid-19 di Maimonides Medical Center di New York City, AS. (Foto: GETTY/AFP/SPENCER PLATT
Pekerja medis menanti kedatangan pasien covid-19 di Maimonides Medical Center di New York City, AS. (Foto: GETTY/AFP/SPENCER PLATT

Kali Pertama, Jumlah Kasus Covid-19 di New York Turun

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19 Berita Virus Corona Hari Ini
Willy Haryono • 06 April 2020 06:30
New York: Jumlah kasus baru dan kematian akibat virus korona (covid-19) di New York menurun untuk kali pertama sejak munculnya infeksi perdana di negara bagian tersebut. Namun dalam konferensi pers terbaru, Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan masih terlalu dini untuk merasa senang.
 
Kehati-hatian Cuomo juga disuarakan otoritas kesehatan Amerika Serikat, yang memprediksi bahwa pandemi covid-19 di Negeri Paman Sam belum mencapai puncaknya.
 
"Ini akan menjadi pekan tersulit dan tersedih dalam kehidupan masyarakat Amerika," ujar Jerome Adams, kepala operasional Korps Layanan Kesehatan Publik AS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pekan ini akan menjadi momen seperti Pearl Harbor atau 9/11. Tapi bedanya adalah, momen ini tidak hanya di satu daerah, tapi terjadi di seantero negeri," lanjutnya, dikutip dari BBC, Senin 6 April 2020.
 
Pearl Harbor merujuk pada peristiwa penyerangan pasukan Jepang ke pelabuhan AS di era Perang Dunia II. Sementara 9/11 merujuk pada serangan terorisme yang melanda AS di tahun 2001.
 
Pada Minggu 5 April, Cuomo melaporkan tambahan 594 kematian yang menjadikan totalnya di seantero New York mencapai 4.159. Sejauh ini, New York masih menjadi negara bagian terparah dilanda covid-19 di AS.
 
Ia mengatakan sekitar 122 ribu warga New York kini telah terinfeksi covid-19. Namun ia menambahkan bahwa hampir 75 persen pasien covid-19 yang membutuhkan perawatan, kini sudah diizinkan pulang.
 
Cuomo menambahkan, jumlah pasien covid-19 di New York yang membutuhkan perawatan menurun untuk kali pertama sepanjang pekan ini, begitu juga dengan angka kematian. Satu hari sebelumnya, yakni Sabtu 4 April, New York mencatat tambahan 630 kematian akibat pandemi covid-19.
 
"Virus korona begitu brutal dan efektif sebagai virus yang merusak," tutur Cuomo kepada awak media di Albany. "Virus ini adalah pembunuh yang efektif," lanjutnya.
 
Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins pada Senin dini hari, jumlah kasus covid-19 di AS telah melampaui 325 ribu dengan 9.267 kematian dan 16.826 pasien sembuh.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif