Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Foto: AFP
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Foto: AFP

Biden Yakin Rusia akan Segera Serbu Ukraina

Internasional Amerika Serikat ukraina vladimir putin rusia joe biden Rusia-Ukraina
Fajar Nugraha • 20 Januari 2022 06:51
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memperkirakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin akan gerakan pasukannya ke Ukraina. Biden pun memperingatkan Rusia akan membayar mahal untuk invasi skala penuh, dengan bisnisnya mungkin kehilangan akses ke dolar AS.
 
"Dugaan saya adalah dia akan bergerak,” kata Biden dalam konferensi pers, seperti dikutip AFP, Kamis 20 Januari 2022.
 
"Dia harus melakukan sesuatu,” tegasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Jelang Pertemuan dengan Ukraina dan Rusia, Blinken: AS Ingin Kedamaian.
 
Kremlin telah mengumpulkan sekitar 100.000 tentara di dekat perbatasan Ukraina, peningkatan yang dikatakan Barat sebagai persiapan perang untuk mencegah Ukraina bergabung dengan aliansi keamanan NATO yang dipenuhi pihak Barat. Rusia membantah merencanakan invasi.
 

Biden mengatakan kepada wartawan bahwa dia yakin Putin akan menguji para pemimpin Barat dan dia mengatakan bahwa tanggapan terhadap setiap invasi Rusia akan tergantung pada skala tindakan Moskow. Ini termasuk juga apakah sekutu AS bertengkar tentang bagaimana harus bereaksi.
 
"Rusia akan dimintai pertanggungjawaban jika menyerang dan itu tergantung pada apa yang dilakukannya. Itu satu hal jika itu adalah serangan kecil dan kami akhirnya harus berjuang tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan, dan lain-lain," tegas Biden.
 
"Tetapi jika mereka benar-benar melakukan apa yang mampu mereka lakukan, itu akan menjadi bencana bagi Rusia jika mereka menginvasi Ukraina lebih lanjut," tambah Biden.
 
Biden dan timnya telah menyiapkan serangkaian sanksi dan hukuman ekonomi lainnya untuk dikenakan pada Rusia jika terjadi invasi.
 
Biden, ditekankan pada apa yang dia maksud dengan "serangan kecil", mengatakan sekutu NATO tidak bersatu tentang bagaimana merespons tergantung pada apa yang sebenarnya dilakukan Putin. Dia mengatakan "ada perbedaan" di antara mereka dan bahwa dia mencoba untuk memastikan bahwa "semua orang mendukung tujuan yang sama".
 
“Pertama, negara-negara besar tidak bisa menggertak. Kedua, gagasan bahwa kita akan melakukan apa saja untuk memecah NATO akan menjadi kesalahan besar,” ucap Biden.
 
“Jadi pertanyaannya adalah, apakah itu sesuatu yang jauh dari invasi signifikan atau hanya pasukan militer besar yang datang. Misalnya, menentukan apakah mereka terus menggunakan upaya siber, kita dapat merespons dengan cara yang sama," katanya.
 
Pejabat AS menolak membatasi ekspansi NATO sebagai non-starter, tetapi Biden menyarankan mungkin ada kesepakatan di mana Barat mungkin tidak menempatkan pasukan nuklir di Ukraina.
 
Mengunjungi Kiev untuk menunjukkan dukungan, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan Rusia dapat meluncurkan serangan baru ke Ukraina dalam "pemberitahuan yang sangat singkat" tetapi Washington akan melakukan diplomasi selama mungkin, meskipun tidak yakin apa yang sebenarnya diinginkan Moskow.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif