Pasukan Rusia patroli di wilayah Donetsk, Ukraina. Foto: AFP
Pasukan Rusia patroli di wilayah Donetsk, Ukraina. Foto: AFP

Pasukan Rusia Dianggap Tidak Siap Perang dengan Ukraina

Internasional ukraina rusia Rusia-Ukraina Perang Rusia-Ukraina
Medcom • 12 Mei 2022 10:10
Neuilly-sur-Seine: Mantan tentara bayaran Rusia menyampaikan bahwa kegagalan Moskow dalam merebut ibu kota Ukraina sudah pasti terjadi lantaran negaranya sudah bertahun-tahun tidak menghadapi musuh yang kuat secara langsung. 
 
Marat Gabidullin turut serta dalam misi Wagner Group dengan membawa nama Kremlin di Suriah, juga dalam konflik sebelumnya di Ukraina, hingga akhirnya memutuskan untuk membagikan pengalamannya ketika menjadi bagian dari perusahaan militer swasta penuh rahasia itu.
 
Ia keluar dari Wagner Group  2019. Tapi, beberapa bulan sebelum Rusia melancarkan invasi pada 24 Februari, Gabidullin, 55, menerima telepon berisi undangan untuk kembali berperang sebagai tentara bayaran di Ukraina.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menolak tawaran itu. Salah satu alasannya adalah karena mengetahui pasukan Rusia tidak mampu melakukan itu, meskipun Moskow memamerkan sejumlah senjata baru dan mengelu-elukan keberhasilannya di Suriah, di mana mereka membantu Presiden Bashar al-Assad melawan pemberontakan bersenjata.
 
"Mereka benar-benar terkejut ketika tentara Ukraina melawan dengan sangat kuat dan mereka menghadapi tentara asli," kata Gabidullin tentang kegagalan Rusia di Ukraina, seperti dikutip dari Yahoo News, Rabu 11 Mei 2022.
 
Beberapa orang yang berbicara dengannya dari pihak Rusia mengaku mereka mengira akan menghadapi pasukan dadakan yang tidak ahli, bukan pasukan asli yang terlatih.
 
"Saya berkata kepada mereka: 'Teman-teman, itu adalah sebuah kesalahan'," ucap Gabidullin, yang sekarang berada di Prancis di mana dirinya menerbitkan buku tentang pengalamannya bertempur dengan Wagner Group. 
 
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan tidak tahu menahu tentang Gabidullin dan tidak tahu apakah ia pernah menjadi anggota perusahaan militer swasta.
 
Rusia menyebut tindakannya di Ukraina sebagai "operasi khusus" yang diklaim tidak bertujuan untuk mengambil alih wilayah, namun untuk meruntuhkan kemampuan militer tetangganya dan menangkap pihak yang dianggap sebagai nasionalis berbahaya.
 
Gabidullin adalah bagian dari kelompok kecil dan berkembang yang terdiri atas orang-orang Rusia dengan latar belakang keamanan. Orang-orang ini sebelumnya mendukung serangan Presiden Vladimir Putin, tetapi kini mengatakan perang dilakukan secara tidak kompeten.
 
Igor Girkin, yang membantu memimpin pemberontakan bersenjata pro Kremlin di timur Ukraina pada 2014, mengkritik cara konflik ini dilancarkan. Alexei Alexandrov, seorang penyelenggara pemberontakan 2014, mengatakan Maret lalu bahwa invasi itu merupakan sebuah kesalahan.
 
Gabidullin ikut dalam beberapa bentrokan Suriah yang paling berbahaya di provinsi Deir al-Zor, di Ghouta dan dekat kota kuno Palmyra. Ia mengalami cedera parah pada 2016 ketika sebuah granat meledak di belakang punggungnya selama pertempuran di pegunungan dekat Latakia.
 
Setelahnya, Gabidullin menghabiskan waktu seminggu dalam keadaan koma dan tiga bulan di rumah sakit di  mana ia dioperasi untuk mengangkat satu ginjal dan beberapa ususnya. Reuters secara independen sempat memverifikasi bahwa ia berada dalam Wagner Group dan turut berperang di Suriah. 
 
Tentara Wagner Group telah dituduh melakukan kejahatan perang di Suriah dan Ukraina timur mulai tahun 2014 dan seterusnya. Gabidullin mengaku tidak pernah terlibat dalam pelanggaran semacam itu. (Kaylina Ivani)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif