Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Foto: SERGEY DOLZHENKO/POOL/AFP/GETTY)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Foto: SERGEY DOLZHENKO/POOL/AFP/GETTY)

Zelensky Minta Warga Ukraina Tidak Intervensi Pilpres AS

Internasional ukraina Pilpres AS 2020
Willy Haryono • 09 Agustus 2020 12:02
Kiev: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan kepada semua warganya untuk tidak mengintervensi pemilihan umum Amerika Serikat pada November mendatang. Seruan disampaikan usai Komunitas Intelijen AS meriis pernyataan yang menyebutkan bahwa Pemerintah Rusia mencoba membantu Presiden AS Donald Trump untuk kembali menang dalam pemilu mendatang.
 
Tidak hanya itu, disebutkan pula bahwa seorang anggota parlemen Ukraina terlibat dalam upaya tersebut.
 
"Dalam situasi apapun, kita tidak boleh mengintervensi pemilu berdaulat negara lain," kata Zelensky dalam pernyataan di akun Facebook.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekali lagi, saya menegaskan bahwa Ukraina tidak akan pernah mengizinkan adanya intervensi dalam pemilu, yang berpotensi dapat merusak kemitraan kita dengan Amerika Serikat," sambungnya, dikutip dari laman Politico, Minggu 9 Agustus 2020.
 
Ia juga mendorong semua warga Ukraina untuk menahan diri dan "tidak melakukan aktivitas apapun terkait pilpres AS."
 
Jumat kemarin, Direktur Pusat Intelijen dan Keamanan Nasional AS Bill Evanina merilis sebuah pernyataan terkait ancaman terhadap pilpres mendatang. Ia mengatakan, Komunitas Intelijen AS menyimpulkan bahwa Tiongkok dan Iran sama-sama ingin Trump kalah dalam pemilu mendatang, sementara Rusia sebaliknya.
 
Dari pernyataan tersebut, hanya disebutkan satu nama warga asing: Andriy Derkach. Ia adalah anggota parlemen Ukraina yang sebelumnya pernah menjadi partai politik pro-Rusia.
 
"Anggota parlemen Andriy Derkach menyebarkan klaim mengenai korupsi untuk mengganggu kampanye Joe Biden dan Partai Demokrat," ucap Evanina.
 
Biden dan Trump akan berhadapan dalam pilpres mendatang. Sejumlah pihak meyakini peluang Biden untuk menang cukup besar, karena tingkat kepuasan publik terhadap Trump merosot karena berbagai isu, termasuk pandemi virus korona (covid-19) dan juga gelombang protes terkait kematian pria kulit hitam George Floyd.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif