Ilustrasi vaksin yang dikembangkan peneliti. Foto: AFP
Ilustrasi vaksin yang dikembangkan peneliti. Foto: AFP

Kuba Kembangkan Vaksin Covid-19 Kedua

Internasional kuba covid-19 vaksin covid-19
Marcheilla Ariesta • 20 Oktober 2020 19:40
Havana: Cuban Public Registry of Clinical Trial (CRCT) mengungkapkan bahwa uji klinis vaksin korona (covid-19) yang kedua tengah berlangsung. Vaksin ini dikembangkan Finlay Institute of Vaccine (IFV).
 
Ini adalah kandidat vaksin Kuba yang kedua setelah IFV mempresentasikan SOBERANA01 pada Agustus lalu. Vaksin SOBERANA01 ini diakui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai satu-satunya vaksin covid-19 yang diproduksi negara Amerika Latin.
 
Sejauh ini, uji coba tahap pertama bertujuan untuk mengevaluasi keamanan dan imubogenisitas dari berbagai formulasi dan dosis. IFV menyatakan bahwa vaksin dengan hasil terbaik akan maju ke tahap uji klinis yang lebih tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Studi ini akan melibatkan SOBERANA01 dan kandidat vaksin baru yang saat ini disebut FINLAY-FR-1A, namun akan diberi nama SOBERANA01A saat uji coba berlangsung.
 
"Finlay Institute mendaftarkan ke pendaftaran publik uji klinis baru untuk mengevaluasi berbagai formulasi dan dosis SOBERANA01. Vaksin yang terbaik akan maju ke fase uji klinis yang lebih tinggi," kata Finlay Institute lewat akun Twitter mereka, dilansir dari TeleSUR, Selasa, 20 Oktober 2020.
 
Sementara itu, rilis resmi CRCT melaporkan tahap I studi akan berlangsung antara 19 Oktober dan 9 November dengan partisipasi tiga kelompok relawan.
 
Satu kelompok akan menerima dua dosis tinggi SOBERANA01, dengan selang waktu 28 hari di antara setiap suntikan. Formulasi vaksin baru akan diterapkan pada kelompok yang tersisa dengan dosis tinggi dan rendah, masing-masing dengan interval 28 hari antar injeksi.
 
Sedangkan kelompok ketiga akan menerima suntikan dosis rendah 56 hari setelah suntikan pertama.
 
"Kami berharap agar uji coba baru ini aman dan tidak lebih dari 5 persen individu dengan efek samping serius yang berasal dari vaksinasi," ujar CRCT.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif