Warga Jerman yang belum divaksinasi dilarang dari kegiatan publik./AFP
Warga Jerman yang belum divaksinasi dilarang dari kegiatan publik./AFP

Jerman Larang Orang Tak Divaksin Melakukan Kegiatan Publik

Internasional Virus Korona jerman Angela Merkel covid-19 Vaksinasi covid-19 Varian Omicron
Marcheilla Ariesta • 03 Desember 2021 06:47
Berlin: Para pemimpin regional dan pusat Jerman sepakat untuk melarang orang yang tidak divaksinasi dari sebagian besar kegiatan publik. Langkah ini diambil dalam upaya untuk menangkis gelombang keempat covid-19.
 
Kanselir Angela Merkel menggambarkan, langkah-langkah luas harus dilakukan sebagai tindakan 'solidaritas nasional'. Ia menegaskan, hanya yang sudah divaksinasi yang diizinkan ke restoran, bioskop, fasilitas rekreasi, dan pertokoan.
 
Negeri Bavaria ini mewajibkan vaksinasi pada Februari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gelombang covid-19 keempat di Jerman merupakan yang terparah sejak awal pandemi. Tercatat 388 kematian dalam 24 jam terakhir.
 
Ada juga kekhawatiran yang berkembang terkait penyebaran varian Omicron. Ini diperingatkan pejabat kesehatan Uni Eropa kemungkinan akan menyebabkan lebih dari setengah total kasus covid-19 saat ini - dalam beberapa bulan ke depan.
 
"Gelombang keempat harus dipatahkan dan ini belum tercapai," katanya, dilansir dari BBC, Jumat, 3 Desember 2021.
 
Baca juga: Puncak Gelombang 4 Covid-19 Jerman Terjadi pada Pertengahan Desember
 
"Mengingat situasinya, saya pikir tepat untuk mengadopsi wajib vaksinasi," lanjut dia. Ia menjelaskan, wajib vaksinasi harus disetujui parlemen.
 
Pengganti Merkel, Olaf Scholz, yang diperkirakan akan mengambil alih sebagai kanselir Rabu depan, mendukung langkah itu. Sementara itu, Walikota Berlin, Michael Muller mengatakan, sebagian besar kasus covid-19 terjadi pada orang yang tidak divaksinasi.
 
Sejauh ini, sebanyak 79 kasus varian baru Omicron dilaporkan di 15 negara Eropa. Sebagian besar terkait dengan perjalanan ke negara-negara Afrika. Yang lainnya terkait dengan penerbangan lanjutan antara Afrika dan Eropa.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif