Seorang ilmuwan Rusia dengan vaksin Sputnik V di tangannya. Foto: AFP
Seorang ilmuwan Rusia dengan vaksin Sputnik V di tangannya. Foto: AFP

Menkes Jerman Ragukan Vaksin Covid-19 Rusia

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona vaksin covid-19
Marcheilla Ariesta • 12 Agustus 2020 18:03
Berlin: Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn mengatakan vaksin korona (covid-19) milik Rusia belum cukup diuji. Dia menambahkan, seharusnya tujuan membuat vaksin adalah memiliki produk yang aman, daripada hanya menjadi negara pertama yang lakukan vaksinasi orang.
 
Baca: Vaksin Covid-19 Keluaran Rusia Diluncurkan Oktober.
 
"Bisa berbahaya untuk memulai vaksinasi jutaan orang terlalu dini. Ini bisa menyebabkan kematian jika penerimaan vaksinasi terjadi kesalahan," kata Spahn, dilansir dari Channel News Asia, Rabu, 12 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi saya sangat skeptis mengenai apa yang terjadi di Rusia," ungkapnya.
 
Keputusan Rusia untuk memberikan persetujuan sebelum uji coba terakhir selesai telah menimbulkan kekhawatiran di antara beberapa ahli.
 
"Saya akan senang jika kami memiliki vaksin awal yang bagus, tapi berdasarkan yang selama ini terjadi, Rusia tidak memberitahu kami banyak hal, dan saya rasa ini belum cukup diuji," terangnya.
 
Spahn mengatakan sangat penting untuk melakukan studi dan tes yang tepat dan mempublikasikan hasilnya untuk memberi kepercayaan kepada orang-orang terhadap vaksin.
 
"Ini bukan tentang menjadi yang pertama, tapi ini tentang memiliki vaksin yang efektif, teruji dan karena itu aman," tutur Spahn.
 
Rusia mengumumkan menjadi negara pertama yang mendaftarkan vaksin untuk virus korona. Vaksin tersebut dinamakan Sputnik V.
 
Nama vaksin itu diberikan sebagai penghormatan kepada satelit pertama di dunia yang diluncurkan oleh Uni Soviet.
 
Sementara itu, Menteri Kesehatan Mikhail Murashko mengecam keras tudingan sejumlah pihak yang mengatakan bahwa vaksin virus korona (covid-19) buatan Rusia tidak aman.
 
"Itu merupakan tuduhan tak berdasar yang didorong atas dasar kompetisi," ucap Murashko.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif