Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dirawat di ICU akibat covid-19. Foto: AFP
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dirawat di ICU akibat covid-19. Foto: AFP

Kondisi PM Inggris Memburuk Akibat Covid-19

Internasional Virus Korona inggris boris johnson Coronavirus virus corona
Fajar Nugraha • 07 April 2020 04:15
London: Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dipindahkan ke unit perawatan intensif pada Senin 6 April, setelah kondisinya dengan gejala virus korona covid-19 ‘memburuk’. Menteri Luar Negeri Dominic Raab akan memegang tugas Johnson, selama dirawat.
 
Baca: Terus Tunjukkan Gejala Covid-19, PM Inggris Dibawa ke RS.
 
"Sepanjang siang ini, kondisi Perdana Menteri memburuk dan, atas saran tim medisnya, dia telah dipindahkan ke Unit Perawatan Intensif di rumah sakit," kata juru bicara Downing Street, seperti dikutip CNN, Selasa, 7 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"PM telah meminta Menteri Luar Negeri Dominic Raab, yang merupakan menteri kabinet paling senior, untuk mewakili dia jika diperlukan,” imbuh pernyataan itu.
 
Johnson dirawat di Rumah Sakit St Thomas di London pada Minggu 5 April malam setelah dia dikatakan melakukann ‘tes rutin’. Dia menambahkan dalam ‘semangat yang baik’. Downing Street,-sebutan untuk kantor PM Inggris,- bersikeras bahwa rawat inap adalah ‘langkah pencegahan’.
 
Perubahan dramatis dalam kesehatan PM Johnson telah mengejutkan Inggris. Politisi dari partainya dan oposisi menyuarakan dukungan mereka.
 
Downing Street sebelumnya mengatakan bahwa Raab akan menggantikannya jika Perdana Menteri tidak dapat memimpin negara. Raab mengetuai pengarahan rutin mengenai virus korona pada Senin pagi hari.
 
Raab mengatakan bahwa pemerintahan akan berlanjut. Ia mengatakan, Johnson berada di ‘tangan para ahli’ dan menerima perawatan yang sangat baik dari ‘tim brilian’ di Rumah Sakit St. Thomas. “Ada semangat tim yang sangat kuat dalam pemerintahan di belakang Perdana Menteri (Johnson),” tegas Raab.

Kalahkan Korona


“Bersama-sama kita akan mengalahkan ini," kata Johnson, ketika dirawat di rumah sakit pada Minggu. Pemimpin Inggris itu mengumumkan pada 27 Maret bahwa ia telah terinfeksi dan, pada saat itu, menderita gejala ringan termasuk batuk dan demam.
 
Saat itu ia bersumpah untuk terus memimpin respons negara terhadap wabah dan mengadakan pertemuan melalui konferensi video serta mengatakan dalam sebuah video: "Bersama-sama kita akan mengalahkan ini."
 
Baca: PM Johnson Masih Memimpin Inggris Meski Dirawat di RS.
 
Pemimpin House of Commons (Parlemen) Inggris, Lindsay Hoyle, mengatakan masuknya Johnson ke perawatan intensif adalah ‘berita buruk.’
 
"Aku tahu pikiran dan doa semua orang di seluruh House bersama Perdana Menteri dan keluarganya saat ini. Kita semua berharap dia cepat pulih."
 
Keir Starmer, pemimpin oposisi utama Partai Buruh yang baru terpilih mengatakan bahwa perkembangan itu adalah "berita yang sangat menyedihkan."
 
"Semua bersimpati dengan Perdana Menteri dan keluarganya selama masa yang sangat sulit ini,” sebutnya.
 
Juru bicara Perdana Menteri sebelumnya telah mengatakan pada Senin bahwa Johnson menjalani malam yang ‘nyaman’ di rumah sakit, tetapi tidak mau mengomentari laporan bahwa Johnson diberi oksigen. Pejabat tidak lagi menggambarkan gejalanya sebagai ringan.
 
Dalam sebuah posting di Twitter, Johnson mengatakan dia tetap berhubungan dengan timnya dan berterima kasih kepada staf di National Health Service Inggris karena telah merawatnya.

Simpati Trump


Presiden AS Donald Trump telah menyatakan simpati setelah Johnson awalnya dirawat di rumah sakit, menyebutnya sebagai ‘orang yang kuat’
 
"Saya ingin menyampaikan harapan baik bangsa kita kepada Perdana Menteri Boris Johnson ketika dia melakukan perjuangan pribadinya dengan virus,” sebut Trump.
 
"Semua orang Amerika berdoa untuknya. Dia teman saya, dia pria yang baik dan pemimpin yang hebat,” imbuhnya.
 
Sementara pasangan Perdana Menteri Inggris berusia 55 tahun itu, Carrie Symonds juga mengalami gejala covid-19. Symonds diketahui saat ini tengah hamil.
 
Beberapa anggota kabinet Johnson juga ada yang terinfeksi virus ini. Menteri Kesehatan Matt Hancock pada 27 Maret menyatakan dirinya terinfeksi virus covid-19. Sementara Kepala Petugas Kesehatan Inggris, Chris Whitty, mengumumkan bahwa ia akan memulai isolasi diri setelah menunjukkan gejala.
 
Inggris telah menghadapi kritik karena tanggapannya yang lambat terhadap virus korona, dengan Johnson masih berjabat tangan dengan pasien dengan virus di rumah sakit hanya beberapa minggu yang lalu.
 
Korban positif terinfeksi covid-19 di Inggris saat ini mencapai 52.274 orang. Dengan kematian tercatat 5.383 jiwa dan yang sembuh 284 orang.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif