Aktivis remaja Greta Thunberg. (Foto: AFP/TT NEWS AGENCY/PONTUS LUNDAHL)
Aktivis remaja Greta Thunberg. (Foto: AFP/TT NEWS AGENCY/PONTUS LUNDAHL)

Greta Thunberg Meyakini Dirinya Sudah Terjangkit Covid-19

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19 Berita Virus Corona Hari Ini
Willy Haryono • 25 Maret 2020 14:28
Stockholm: Greta Thunberg, remaja asal Swedia yang menginspirasi gerakan pemuda global di bidang lingkungan hidup, mengatakan bahwa "kemungkinan besar" dirinya sudah terjangkit virus korona (covid-19). Ia menduga dirinya dan sang ayah tertular virus tersebut saat melakukan tur Eropa dua pekan lalu.
 
Lewat keterangan tertulis di Instagram, Thunberg mengaku sedang mengisolasi dirinya sendiri di sebuah apartemen. Ia memutuskan melakukan hal tersebut usai merasa sangat lelah, dengan disertai gejala "menggigil, sakit tenggorokan, dan batuk."
 
"Ayah saya juga mengalami gejala yang sama, tapi lebih intens karena disertai demam," ucap Thunberg, seperti dikutip dari laman Guardian, Rabu 25 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karena bukan merupakan kelompok prioritas di Swedia, Thunberg belum menjalani tes korona. Namun saat ini ia mengaku sudah merasa lebih baik dan "berangsur pulih." Di Swedia, tes korona diprioritaskan bagi orang yang membutuhkan perawatan darurat atau pekerja kesehatan.
 
Ia menyerukan kepada semua pemuda di kancah global untuk menyikapi pandemi covid-19 ini dengan serius, bahkan jika mereka hanya mengalami gejala-gejala ringan.
 
"Kita, yang tidak termasuk dalam kelompok berisiko, mempunyai tanggung jawab yang besar. Aksi kita dapat menjadi penentu bagi hidup dan mati banyak orang di luar sana," ungkap Thunberg.
 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa orang lanjut usia atau yang sudah mengidap penyakit tertentu merupakan kelompok paling rentan di tengah pandemi. Namun menurut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, hal itu bukan berarti kelompok anak muda kebal terhadap virus tersebut.
 
"Saya punya pesan untuk para pemuda: Anda semua tidak kebal. Virus ini dapat membuat Anda dirawat di rumah sakit selama berpekan-pekan, dan bahkan dapat membunuh Anda. Walau Anda merasa tidak sakit, pilihan yang Anda ambil dapat menjadi penentu hidup dan mati seseorang," tegas Tedros.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif