Presiden terpilih AS Joe Biden. Foto: AFP.
Presiden terpilih AS Joe Biden. Foto: AFP.

Joe Biden Diharapkan Bisa Perbaiki Hubungan Bilateral AS dengan Korut

Internasional presiden as joe biden Amerika Serikat-Korea Utara
Marcheilla Ariesta • 04 Desember 2020 22:06
Jakarta: Kepemimpinan Joe Biden sebagai presiden Amerika Serikat di periode mendatang diharapkan membawa angin segar bagi hubungan AS-Korea Utara. Hal ini diutarakan pakar Korut dari Handong Global University, Park Won Gon.
 
Park mengungkapkannya dalam diskusi Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), dengan tema 'Advancing Peace on the Korean Peninsula: Dynamic Changes, Prospects, and Challenges'.
 
Menurut Park Won Gon, kebijakan administrasi dari Joe Biden yaitu mengarah pada kebijakan konfrontatif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Demokrat akan menjadi jelas, kuat, dan konsisten dalam mendorong kembali dalam masalah ekonomi, keamanan dan hak asasi manusia yang mendalam tentang tindakan pemerintah Tiongkok," ujar Park.
 
Setelah pertemuan tanpa kesepakatan antara Presiden Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un tahun lalu di Hanoi, hubungan AS-Korut berhenti di tengah jalan. Menurut Park, nasib Semenanjung Korea bukan hanya terkait dengan AS saja, namun juga kawasan, termasuk dengan Korea Selatan, Tiongkok, dan bahkan ASEAN.
 
Oleh karenanya, Park Won Gon menyebut peran Korea Selatan terhadap hubungan Amerika Serikat dan Tiongkok yang tengah berkonflik sangatlah penting.
 
"Korea Selatan telah mengembangkan solusi untuk masa depan yang damai bagi AS dan Tiongkok. Korea Selatan harus menjaga aliansi yang taat dengan AS sekaligus memperkuat kemitraan strategisnya dengan Beijing," ujar Park Won Gon.
 
"Iya itu sangat sulit dalam menjaga keseimbangan antara dua negara tersebut. AS dan Tiongkok seakan-akan menekan Korsel untuk memilih satu pihak. Dan tren ini akan diperkuat seiring berjalannya waktu," tambahnya.
 
Perang dagang antara dua negara ekonomi terbesar ini menyebabkan ekspor Beijing mengalami penurunan drastis. Hal ini disebabkan oleh pengiriman lambat yang dilakukan oleh AS.
 
Bulan lalu, Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi mengunjungi Korea Selatan dan bertemu dengan mitranya, Kang Kyung-hwa. Keduanya membahas mengenai penguatan hubungan kerja sama bilateral dan juga masalah Korea Utara.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif