Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Pemerintahan Trump Pilih Lima Calon Vaksin Covid-19 yang Potensial

Internasional amerika serikat Virus Korona Coronavirus virus corona
Fajar Nugraha • 04 Juni 2020 06:42
Washington: Pemerintahan Donald Trump telah memilih lima perusahaan sebagai kandidat yang paling mungkin untuk memproduksi vaksin untuk virus korona.
 
Kelima perusahaan tersebut adalah Moderna, kombinasi dari Universitas Oxford dan AstraZeneca Plc, Johnson & Johnson, Merck & Co Inc dan Pfizer Inc. Namun masih belum ada vaksin yang disetujui untuk mengatasi covid-19, yang disebabkan oleh virus korona.
 
“Produsen obat berlomba untuk mengembangkan vaksin dan tidak dipilih oleh pemerintahan Trump, termasuk pembuat obat Prancis Sanofi, bioteknologi AS Novavax Inc dan Inovio Pharmaceuticals Inc,” sebut the New York Times, Kamis, 4 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pengumuman keputusan akan dibuat di Gedung Putih dalam beberapa minggu ke depan,” kata laporan the New York Times, mengutip seorang pejabat AS.


Antibodi


Sementara uji coba antibodi untuk melawan virus korona sudah dilakukan Pasien telah diberi dosis pertama dari pengobatan antibodi potensial yang dirancang untuk melawan virus tersebut.
 
Sistem kekebalan menghasilkan antibodi untuk melawan penjajah asing ketika mendeteksi infeksi. Para ilmuwan mengembangkan antibodi hanya dalam tiga bulan setelah mengidentifikasi dari darah yang diambil dari salah satu pasien Amerika pertama yang pulih dari covid-19.
 
“Obat ini, disebut sebagai LY-CoV555, muncul dari kolaborasi antara Lilly dan AbCellera untuk membuat terapi antibodi untuk pencegahan dan pengobatan virus korona. Para peneliti mengatakan itu adalah obat baru potensial pertama yang dirancang khusus untuk menyerang SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan covid-19,” kata para ilmuwan, kepada Science Focus.
 
Pasien pertama dalam penelitian ini diberi obat di pusat-pusat medis utama di AS termasuk NYU Grossman School of Medicine dan Cedars-Sinai di Los Angeles. Dosis tunggal obat diberikan melalui IV hingga 32 peserta.
 
Studi terkontrol plasebo akan menilai keamanan dan tolerabilitas pada pasien yang dirawat di rumah sakit dengan penyakit ini, dan hasilnya diharapkan pada akhir Juni.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif