Militer Spanyol melalukan disinfektasi terhadap sebuah gedung yang diketahui merebak wabah covid-19. Foto: AFP
Militer Spanyol melalukan disinfektasi terhadap sebuah gedung yang diketahui merebak wabah covid-19. Foto: AFP

Spanyol Umumkan Aturan Covid-19 Baru, Madrid Menuju Lockdown

Internasional Virus Korona spanyol Coronavirus virus corona
Fajar Nugraha • 01 Oktober 2020 15:54
Madrid: Penduduk Ibu Kota Spanyol, Madrid akan dilarang meninggalkan kota kecuali dalam perjalanan penting. Hal ini berada di dalam di bawah pembatasan untuk melawan virus korona yang diumumkan oleh Pemerintah Spanyol pada Rabu 30 September 2020.
 
Kota Madrid juga akan ditutup sementara untuk orang luar. Mereka dilarang melakukan kunjungan yang tidak perlu di bawah tindakan baru untuk kota besar dengan tingkat infeksi virus korona yang tinggi. Sembilan kota lain di wilayah metropolitan juga akan terpengaruh.
 
"Kesehatan Madrid adalah kesehatan Spanyol. Madrid istimewa," Menteri Kesehatan Salvador Illa mengatakan pada konferensi pers untuk mengumumkan peraturan baru, seperti dikutip AFP, Kamis 1 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peraturan baru ini akan mulai berlaku dalam beberapa hari mendatang. Namun Illa tidak mengatakan kapan tepatnya.
 
“Warga akan diizinkan untuk melintasi batas kota untuk pergi bekerja atau sekolah, mengunjungi dokter atau pergi berbelanja. Tetapi harus tetap berada di dalam kota untuk kegiatan rekreasi,” imbuh Illa.
 
Tindakan lain termasuk penutupan bar dan restoran pada pukul 11.00 ??malam, dari jam malam sebelumnya pukul 1.00 pagi. Pemerintah juga menutup taman umum dan taman bermain. Pertemuan sosial akan dibatasi hingga enam orang.
 
Madrid saat ini dianggap menjadi sarang infeksi covid-19 dimana menyumbang lebih dari sepertiga dari 133.604 kasus yang didiagnosis di Spanyol selama dua minggu terakhir. Madrid memiliki 735 kasus per 100.000 orang, salah satu yang tertinggi dari semua wilayah di Eropa dan dua kali lipat angka nasional.
 
Majelis regional konservatif telah memberlakukan lockdown lokal di 45 distrik. Sebagian besar wilayah itu adalah distrik miskin dengan populasi imigran yang tinggi.
 
Tetapi pembatasan baru yang lebih luas membuat pemerintah pusat mengesampingkan pemerintah daerah setelah berminggu-minggu bertengkar antara kedua otoritas mengenai apa yang harus dilakukan di ibu kota.
 
Hal ini telah membawa polarisasi politik yang telah menjadi ciri sebagian besar respons terhadap pandemi selama beberapa bulan terakhir ke tingkat yang baru, membuat jengkel penduduk.
 
Spanyol telah mencatat total 769.188 kasus, lebih banyak dari negara lain di Eropa Barat. Total korban tewas mencapai 31.791.
 
"Kita harus sadar bahwa ada minggu-minggu yang sulit, sangat sulit, di depan," kata Illa.
 
Otoritas regional Madrid hingga kini tegas menentang penguncian seluruh kota.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif