Pengunjuk rasa di Belanda yang menolak penerapan lockdown selama covid-19. Foto: AFP
Pengunjuk rasa di Belanda yang menolak penerapan lockdown selama covid-19. Foto: AFP

Belanda Rusuh! 100 Orang Ditahan karena Menolak Lockdown

Internasional Virus Korona belanda covid-19
Fajar Nugraha • 25 Januari 2021 10:11
Amsterdam: Polisi Belanda menggunakan meriam air, melepas anjing, dan polisi berkuda untuk membubarkan protes di pusat kota Amsterdam pada Minggu 24 Januari. Para pengunjuk rasa turun ke jalan karena menolak penguncian atau lockdown untuk mengatasi covid-19.
 
Polisi menindak tegas para pengunjuk rasa terhadap pembatasan penguncian virus korona dan menahan lebih dari 100 orang karena melempar batu dan kembang api.
 
Demonstrasi di Alun-Alun Museum kota terjadi sehari setelah pemerintah memberlakukan jam malam untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II. Aksi unjuk rasa ini dianggap melanggar aturan larangan pertemuan publik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para pengunjuk rasa, yang sebagian diorganisir oleh pemilik restoran yang muak dengan tindakan penguncian jangka panjang negara itu, membawa spanduk bertuliskan "Hentikan Penguncian".
 
Khawatir akan kerusuhan atau peristiwa penyebaran penyakit, Wali Kota Femke Halsema telah menetapkan alun-alun sebagai 'zona berisiko tinggi'. Halsema juga memberi polisi kekuatan untuk secara dini menggeledah orang untuk mendapatkan senjata.
 
“Polisi membersihkan alun-alun setelah orang-orang mengabaikan instruksi pembatasan jarak dan menahan mereka yang menyerang mereka dengan batu dan kembang api di jalan-jalan terdekat,” kata kantor wali kota, seperti dikutip AFP, Senin 25 Januari 2021.
 
Parlemen memilih dengan suara tipis pekan lalu untuk menyetujui jam malam, dipengaruhi oleh pernyataan bahwa varian covid-19 yang pertama kali diidentifikasi di Inggris akan menyebabkan lonjakan kasus baru. Infeksi baru di negara itu secara umum telah menurun selama sebulan, dan turun lagi pada Minggu, menjadi 4.924 kasus baru.
 
Pada Sabtu malam, polisi telah menangkap 25 orang di seluruh negeri dan memberikan 3.600 denda untuk pelanggaran jam malam.
 
Polisi mengatakan, mereka yang ditangkap menolak pulang atau melakukan tindak kekerasan. Sekelompok pemuda di desa nelayan Urk melemparkan kembang api dan batu ke arah polisi dan membakar pusat pengujian covid-19.
 
Pengecualian terhadap jam malam, yang berlaku hingga 9 Februari, termasuk keadaan darurat medis, orang yang melakukan pekerjaan penting, dan orang yang membawa anjingnya jalan-jalan. Pelanggar dapat didenda  95 Euro atau Rp1,6 juta.
 
Sekolah dan toko non-esensial di Belanda telah ditutup sejak pertengahan Desember, menyusul penutupan bar dan restoran dua bulan sebelumnya.
 
Belanda adalah negara terakhir di Uni Eropa yang memulai vaksinasi dan sejauh ini telah memvaksinasi 77.000 dokter dan perawat di negara berpenduduk 18 juta orang itu.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif