Kampanye yang dilakukan WNI yang tergabung dalam kelompok 'Amerika Bersatu'. Foto: Dok. Amerika Bersatu
Kampanye yang dilakukan WNI yang tergabung dalam kelompok 'Amerika Bersatu'. Foto: Dok. Amerika Bersatu

‘Amerika Bersatu’ Apresiasi Tenaga Medis di Tengah Covid-19

Internasional amerika serikat Virus Korona Coronavirus virus corona
Medcom • 08 April 2020 19:07
New York: Isolasi dan wajib tinggal di rumah tidak menyurutkan semangat warga negara Indonesia (WNI) di Amerika Serikat (AS) yang tergabung dalam organisasi masyarakat ‘Amerika Bersatu’. Mereka menyadari pentingnya bersatu untuk hadapi virus korona covid-19.
 
Organisasi yang berdiri di 37 negara bagian di AS ini memperingati Hari Kesehatan Sedunia sekaligus hari berdirinya World Health Organization atau WHO secara virtual. Tidak ketinggalan, mereka menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya bagi para tenaga medis yang merupakan garda terdepan dalam penanggulangan virus.
 
Pada kesempatan yang sama, warga juga menyatakan dukungan mereka atas usaha pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam menangani masalah ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pada Hari Kesehatan Sedunia ini kami hendak menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya bagi para tenaga medis di seluruh dunia yang dengan segala risiko, bekerja keras siang malam di garda terdepan dalam peperangan menghadapi covid-19,” ujar Lia Sundah Suntoso, Sekjen Amerika Bersatu yang juga bermukim di New York melalui keterangan tertulis, yang diterima Medcom.id, Rabu, 8 April 2020.
 
Menanggapi proses penanganan covid-19 di Indonesia, Esther Sianipar, salah seorang WNI dari Minnesota mengatakan bahwa meskipun ia prihatin atas tingginya angka kematian, ia tetap optimis melihat usaha Pemerintah dalam penanggulangan masalah ini. Untuk itu, ia berharap warga menaati dan melaksanakan himbauan Pemerintah untuk memperlambat penyebaran virus.
 
“Amerika Serikat dengan jumlah penduduk sekitar 330 juta, pada saat ini memiliki tingkat infeksi tertinggi karena selain masalah kepadatan penduduk di kota-kota besar, banyak warga yang juga kurang mematuhi social distancing. Indonesia, dengan 260 juta lebih jumlah penduduk, harus lebih disiplin untuk mencegah terus menyebarnya virus yang berbahaya ini. Ayo mari kita ikuti arahan Presiden Jokowi, disamping juga melaksanakan tindakan-tindakan pencegahan lainnya,” ujarnya.
 
Tercatat video yang masuk sampai saat ini datang dari Atlanta, Carolinas, Chicago, Dallas, Denver, Las Vegas, Los Angeles, Minnesota, New York, Sacramento, dan Tennessee.
 
Ita Quattrone, salah satu tokoh masyarakat dari Sacramento, California mengimbau, “Selain menjaga kebersihan, jangan lupa selalu minum jamu, makan sayur-sayuran dan buah-buahan supaya corona tidak suka dengan kita.” Ita sendiri merupakan seorang penggiat jamu di Amerika Serikat.
 
Dari Chicago, Monica Nathan, salah satu warga Indonesia yang telah tinggal di rumah selama tiga minggu mengatakan, “Kami di Chicago sudah tinggal di rumah selama tiga minggu terakhir ini. Kesehatan dalam menghadapi masalah ini adalah tanggung jawab bersama. Karena itu social distancing menjadi penting,” jelasnya.
 
Tercatat sampai saat ini warga AS yang terinfeksi telah mencapai 399.929 dan 12.911 meninggal. Jumlah ini berbeda jauh dengan Indonesia yang baru mencatat kurang dari 2.956 kasus dengan warga yang sembuh mencapai 222 orang dan sayangnya, 240 meninggal dunia.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif