Tentara Rusia berada di jalanan kota Mariupol./AFP
Tentara Rusia berada di jalanan kota Mariupol./AFP

Ukraina Usulkan Negosiasi Evakuasi Pasukan dan Warga Sipil dari Mariupol

Internasional ukraina rusia Rusia-Ukraina Perang Rusia-Ukraina
Marcheilla Ariesta • 21 April 2022 08:34
Mariupol: Ukraina mengusulkan pembicaraan dengan Rusia mengenai evakuasi pasukan dan warga sipil dari Mariupol, usai ultimatum menyerah atau mati Rusia berakhir pada Rabu, 20 April 2022. Banyak orang terjebak di pabrik baja, benteng utama perlawanan terakhir.
 
Beberapa warga sipil berhasil meninggalkan kota pelabuhan di tenggara Ukraina itu dengan konvoi bus kecil. Mereka melarikan diri dari pertempuran paling sengit yang berlangsung selama hampir delapan pekan tersebut.
 
Seorang komandan marinir Ukraina, Serhiy Volny, mengatakan, para pejuang di sana mungkin tidak dapat bertahan lebih lama lagi. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menuturkan, sebanyak 1.000 warga sipil juga berlindung di pabrik baja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ukraina siap untuk putaran negosiasi khusus tanpa syarat demi menyelamatkan orang-orang kami, Azov (batalyon), militer, warga sipil, anak-anak yang hidup maupun yang terluka," kata negosiator Mykhailo Podolyak, dilansir dari AFP, Kamis, 21 April 2022.
 
Pejuang tetap bersembunyi di pabrik dan mengabaikan ultimatum Rusia untuk menyerah. David Arakhamia, negosiator kedua mengatakan, dia dan Podolyak terus-menerus berhubungan dengan pasukan Ukraina di kota itu.
 
Baca juga: Rusia Tetapkan Batas Waktu Baru Agar Ukraina Menyerah
 
"Hari ini, dalam percakapan dengan para pembela kota, sebuah proposal diajukan untuk mengadakan negosiasi langsung, di lokasi, tentang evakuasi garnisun militer kami," katanya.
 
"Bagi kami, kami siap untuk tiba untuk negosiasi semacam itu kapan saja segera setelah kami menerima konfirmasi dari pihak Rusia," lanjut Arakhamia.
 
Pihak berwenang mengatakan, sedikit warga sipil yang diharapkan pergi pada Rabu kemarin.
 
Tercatat sekitar 5 juta warga Ukraina melarikan diri ke luar negeri sejak Rusia menginvasi pada 24 Februari. Namun, sejak itu Rusia belum berhasil merebut kota-kota besar Ukraina.
 
Kiev menuturkan, sejauh ini telah menahan serangan oleh ribuan tentara Rusia yang berusaha maju dalam 'Pertempuran Donbas'. Sementara itu, pasukan Rusia telah melakukan serangan terhadap lusinan fasilitas militer di Ukraina timur dan telah menembak jatuh sebuah helikopter Mi-8 Ukraina di dekat desa Koroviy Yar.
 
Rusia melakukan uji peluncuran pertama rudal balistik antarbenua Sarmat, tambahan baru dan lama ditunggu-tunggu untuk persenjataan nuklirnya.
 
"Senjata yang benar-benar unik ini akan memberikan bahan pemikiran bagi mereka yang, dalam panasnya retorika agresif yang hiruk pikuk, mencoba mengancam negara kita," kata Presiden Rusia Vladimir Putin.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif