Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: AFP

Putin Umumkan Pembebasan Kota Mariupol dari Tangan Ukraina

Internasional ukraina Vladimir Putin rusia Rusia-Ukraina Perang Rusia-Ukraina
Fajar Nugraha • 21 April 2022 21:06
Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin mendeklarasikan 'pembebasan yang sukses' Kota Mariupol di Ukraina pada Kamis 21 April 2022. Namun, Putin telah meminta pasukannya untuk tidak menyerbu pabrik baja Azovstal, benteng terakhir Ukraina yang tersisa di kota itu.
 
Justru Putin memilihnya untuk memblokirnya sehingga tidak ada yang bisa melarikan diri. "Blokir kawasan industri ini sehingga seekor lalat pun tidak bisa melarikan diri," kata Putin, seperti dikutip dari India Today.
 
"Saya menganggap usulan penyerbuan zona industri tidak perlu," kata Putin kepada Shoigu dalam pertemuan yang disiarkan televisi di Kremlin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Aku memerintahkanmu untuk membatalkannya,” tegas Putin.
 
Pada Selasa 19 April, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan, pasukan Rusia secara metodis melaksanakan rencana untuk membebaskan dua wilayah yang memisahkan diri di Ukraina timur. Dia menambahkan pada Kamis bahwa pabrik baja itu diblokir dengan aman.
 
Tanpa pabrik baja, Rusia tidak dapat mendeklarasikan kemenangan penuh di Mariupol. Perebutan kota memiliki kepentingan strategis dan simbolis. Kota yang terkepung telah menjadi tempat penderitaan besar sejak perang dimulai pada bulan Februari.
 
Shoigu sebelumnya mengatakan kepada Putin bahwa lebih dari 2.000 pasukan Ukraina masih bersembunyi di pabrik besar itu, yang memiliki komponen bawah tanah yang besar.
 
Putin mengatakan keputusannya untuk tidak menyerbu pabrik Azovstal dimotivasi oleh keinginan untuk melindungi nyawa tentara Rusia.
 
"Tidak perlu naik ke pabrik ini dan merangkak di bawah tanah melalui fasilitas industri ini. Blokir kawasan industri ini sehingga lalat tidak bisa lewat,” imbuhnya.
 
Putin juga meminta kepada pasukan Ukraina yang tersisa di Azovstal yang belum menyerah bahwa Rusia akan memperlakukan mereka dengan hormat dan akan memberikan bantuan medis kepada mereka yang terluka.
 
Sebelumnya pada Februari, Rusia telah mengakui "kemerdekaan" wilayah Donetsk dan Luhansk di Ukraina timur. Segera setelah itu, pasukan Putin menginvasi Ukraina pada 24 Februari.
 
Donbas penghasil batu bara dan baja telah menjadi titik fokus kampanye Rusia untuk mengacaukan Ukraina sejak 2014.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif