Presiden AS Joe Biden hadir di KTT NATO untuk pertama kalinya. Foto: AFP.
Presiden AS Joe Biden hadir di KTT NATO untuk pertama kalinya. Foto: AFP.

Usai G7, Biden Bertolak ke Belgia untuk Hadiri KTT NATO

Internasional Amerika Serikat nato Tiongkok joe biden
Marcheilla Ariesta • 14 Juni 2021 21:34
Brussel: Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan menghadiri KTT NATO pertamanya pada Senin, 14 Juni 2021. Pertemuan ini dilakukan ketika para pemimpin Eropa bersiap melabeli Tiongkok sebagai risiko keamanan bagi aliansi Barat.
 
Biden rencananya akan bertemu dengan para pemimpin NATO di Brussel dalam pertemuan yang digambarkan 'momen penting' oleh Sekretaris Jenderal Jens Stoltenberg.
 
Ia menuturkan, pertemuan itu akan menggalang sekutu untuk menegakkan perdamaian dan demokrasi di seluruh dunia, termasuk melawan Tiongkok dan kebangkitan militer mereka yang cepat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tiongkok semakin dekat dengan kami. Kami melihat mereka di dunia maya, kami melihat Tiongkok di Afrika, tetapi kami juga melihat mereka berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur penting kami sendiri," tutur Stoltenberg, dilansir dari Inews.co.uk.
 
"Kami tahu bahwa Beijing tidak memiliki nilai-nilai yang sama dengan kami. Kami perlu merespons bersama sebagai aliansi," imbuhnya.
 
Pemahaman Sekjen NATO ini terbentuk setelah para pemimpin negara G7 bertemu di Cornwall, Inggris pada akhir pekan. G7 memarahi Tiongkok dalam sebuah pernyataan yang merujuk pada pelanggaran hak asasi manusia yang berdampak ke Muslim Uighur dan etnis minoritas lainnya di provinsi Xinjiang barat.
 
Baca juga: G7 Umumkan Rencana Infrastruktur Global untuk Saingi Tiongkok
 
Mereka juga menyerukan Hong Kong untuk menjaga otonomi tingkat tinggi dan menuntut penyelidikan penuh dan menyeluruh tentang asal-usul virus korona di Tiongkok.
 
Kedutaan Tiongkok di London menentang pernyataan tersebut dan mengatakan G7 memutarbalikkan fakta.
 
"Pernyataan itu mengungkap niat jahat dari beberapa negara seperti Amerika Serikat. Reputasi Tiongkok tidak boleh difitnah," tutur mereka.
 
Biden berusaha membangun kembali ikatan yang lebih kohesif antara AS dan sekutunya di NATO. Pendahulunya, Donald Trump kerap memfitnah NATO selama empat tahun kepresidenannya.
 
Pada 2018, Trump menarik AS keluar dari perjanjian program nuklir Iran, sebuah langkah yang bertentangan dengan anggota NATO, termasuk Inggris, Jerman, dan Prancis.
 
Biden akan berusaha untuk bergabung kembali dengan perjanjian nuklir Iran serta menyoroti komitmen negaranya terhadap Pasal 5 piagam aliansi, yang menggarisbawahi bagaimana serangan terhadap satu anggota adalah serangan terhadap semua dan harus ditanggapi dengan tanggapan kolektif.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif