PM Inggris Boris Johnson. (Foto: AFP)
PM Inggris Boris Johnson. (Foto: AFP)

PM Inggris Umumkan Lockdown Nasional Kedua

Internasional Virus Korona inggris pandemi covid-19
Willy Haryono • 01 November 2020 08:21
London: Perdana Menteri Boris Johnson telah mengumumkan kebijakan penguncian (lockdown) nasional kedua di Inggris. Langkah ini bertujuan untuk mencegah terjadinya "bencana medis dan moral" di kalangan Layanan Kesehatan Nasional Ingggris (NHS) terkait pandemi virus korona (covid-19).
 
PM Johnson mengatakan, Hari Raya Natal tahun ini mungkin akan "sangat berbeda," namun ia berharap mengambil langkah saat ini memungkinkan semua keluarga di seantero negeri dapat berkumpul di musim dingin.
 
Bar, restoran, pusat kebugaran, dan semua toko non-esensial di Inggris harus ditutup selama empat pekan mulai Kamis mendatang. Berbeda dari lockdown pada musim semi, sekolah dan universitas boleh tetap dibuka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah 2 Desember, lockdown di Inggris akan dilonggarkan, dan kawasan-kawasan di Inggris akan kembali ke pembatasan bertingkat seperti sebelumnya.
 
"Natal akan berbeda tahun ini, mungkin sangat berbeda. Namun saya berharap dengan mengambil langkah tegas sekarang, kita dapat membuat keluarga di seantero negeri dapat berkumpul bersama," kata PM Johnson, dilansir dari laman BBC pada Minggu, 1 November 2020.
 
Dalam sebuah konferensi pers di Downing Street, PM Johnson mengatakan bahwa dirinya "sangat, sangat meminta maaf" atas dampak lockdown terhadap sektor usaha. Namun ia mengatakan sistem pembayaran 80 persen gaji pegawai di Inggris akan diperluas sepanjang November ini,
 
"Tidak ada PM yang dapat mengabaikan kemungkinan melonjaknya angka kematian hingga ribuan per hari," sebut PM Johnson.
 
Ia mengatakan banyak rumah sakit di Inggris, bahkan di area yang tidak terlalu banyak infeksi covid-19, akan kewalahan menampung pasien jika lockdown nasional tidak diterapkan.
 
"Dokter dan perawat akan dipaksa memilih merawat pasien yang mana, siapa yang dapat oksigen dan siapa yang tidak, siapa yang hidup dan siapa yang meninggal," ujar PM Johnson.
 
Baca:Belasan Orang Ditangkap dalam Demo Anti-Lockdown di London
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif