Vaksin Sputnik V dikembangkan oleh Gamaleya Institute di Moskow, Rusia. (Foto: AFP)
Vaksin Sputnik V dikembangkan oleh Gamaleya Institute di Moskow, Rusia. (Foto: AFP)

Survei: Mayoritas Dokter Rusia Ragukan Sputnik V

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19
Marcheilla Ariesta • 15 Agustus 2020 16:03
Moskow: Mayoritas dokter di Rusia meragukan vaksin virus korona (covid-19) Sputnik V. Vaksin ini diklaim sebagai vaksin pertama covid-19 di dunia.
 
Namun, kemunculan Sputnik V memicu kontroversi. Pasalnya, persetujuannya terlalu cepat, tidak seperti dua vaksin milik Amerika Serikat dan Tiongkok yang sedang dalam tahap uji klinis kepada manusia.
 
Dalam sebuah survei terhadap lebih dari 3.000 profesional medis di Rusia, sebagian besar dari mereka masih kurang yakin mengenai vaksin buatan Gamaleya Institute itu. Kekhawatiran dikarenakan, data mengenai Sputnik V masih sangat kurang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilansir dari The Straits Times, Sabtu, 15 Agustus 2020, survei aplikasi 'Doctor's Handbook' menyatakan 52 persen tenaga medis tidak siap divaksinasi. Sementara 24,5 persen mengatakan mereka akan setuju untuk diberikan vaksin.
 
"Hanya seperlima responden mengarakan mereka akan merekomendasikan vaksin ini kepada pasien, kolega, atau teman," lapor harian RBC.
 
Kecurigaan para tenaga medis ini juga dirasakan beberapa warga Rusia yang mengatakan mereka terlalu takut mencoba vaksin. Sedangkan warga lain setuju dengan pemerintah bahwa skeptisisme yang diungkapkan para ahli asing didorong oleh kecemburuan.
 
Persetujuan vaksin Rusia datang sebelum uji coba Fase Tiga yang biasanya melibatkan ribuan peserta. Uji coba tersebut dianggap sebagai langkah penting bagi vaksin untuk mendapatkan persetujuan regulasi.
 
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan vaksin yang dikembangkan oleh Institut Gamaleya Moskow itu aman. Bahkan, katanya, salah satu putrinya telah menjadi relawan uji coba.
 
Sementara itu, Menteri Kesehatan Mikhail Murashko menolak kekhawatiran keamanan yang diungkapkan beberapa ahli atas persetujuan cepat Moskow terhadap vaksin. "Kekhawatiran itu tidak berdasar," pungkasnya.
 
(WIL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif