Suasana diskusi virtual bertema
Suasana diskusi virtual bertema "Harga Minyak Turun, Bagaimana Sikap Indonesia." (Foto: KJRI Houston

KJRI Houston Bahas Dampak Covid-19 terhadap Industri Migas

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19
Willy Haryono • 13 Mei 2020 08:51
Houston: Virus korona (covid-19) memberikan dampak pada sisi permintaan sekaligus penawaran minyak dunia. Hal ini sangat memengaruhi operasional industri minyak dan gas (migas).
 
Hal tersebut mengemuka dalam diskusi virtual bertema "Harga Minyak Turun, Bagaimana Sikap Indonesia" yang dibuka Konjen RI Houston, Dr Nana Yuliana, pada 9 Mei lalu. Diskusi menghadirkan Ignasius Jonan, mantan Menteri ESDM periode 2016-2019, dan juga Eddie Martono, Phd, Principal Boston Consulting Group Houston.
 
"Tujuan diskusi ini adalah mendapatkan pandangan strategis tentang dinamika harga minyak dunia saat ini dari aspek geopolitik dan geoekonomi, serta bagaimana sikap Indonesia di masa pandemi covid-19 ini," papar Konjen RI, dalam keterangan tertulis KJRI Houston di situs Kemlu.go.id, Rabu 13 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dinamika harga minyak dunia juga berdampak pada sektor migas Amerika Serikat, khususnya yang berada di Texas, Oklahoma, New Mexico, dan Louisiana yang termasuk negara bagian AS jurisdiksi KJRI Houston. Jumlah pengangguran di sektor migras di Texas saja mencapai 30.000 orang, dan beberapa perusahaan migas telah mengajukan status pailit," lanjut Konjen RI.
 
"Pandemi covid-19 yang terjadi saat ini tidak diprediksi sebelumnya dan sangat berbeda dibanding dengan krisis ekonomi tahun 1998 dan 2008. Pandemi ini menimbulkan dampak ganda sekaligus pada sisi permintaan dan penawaran minyak dunia yang juga sangat berdampak bagi operasional industri migas di Indonesia," ungkap Jonan.
 
Peserta diskusi antusias mengajukan pertanyaan di sesi tanya jawab. Salah satu topik yang didiskusikan adalah apakah dengan murahnya harga minyak merupakan keuntungan bagi Indonesia. Jonan dan Eddy Martono sepakat berpendapat bahwa harga minyak yang turun sebenarnya merupakan peluang bagi Indonesia untuk membeli minyak, kalau tempat penampungannya ada dan tersedia cukup dana.
 
Eddie Martono menyampaikan tiga kekuatan utama yang memengaruhi sektor energi dunia dan Indonesia. Pertama, penurunan harga minyak sekitar 60 persen yang sempat menyentuh zona negatif bulan April 2020; kedua, permintaan minyak dunia yang jatuh karena pandemi covid-19 dan perang harga minyak Rusia dan Arab Saudi; dan ketiga, khusus untuk Indonesia, menurunnya nilai tukar rupiah atas dolar AS sekitar 10 persen.
 
"Untuk itu, aspek prioritas yang perlu diperhatikan oleh industri migas Indonesia pada masa pandemi ini adalah mengutamakan kesehatan dan keselamatan karyawan, melakukan reevaluasi kontinuitas operasi, menjaga hubungan yang baik dengan pemasok domestik, serta diharapkan tetap dapat memberikan kontribusi bagi pemerintah Indonesia," tambah Eddie Martono.
 
"Kita berharap dan optimistis semoga pandemi covid-19 ini bisa segera berakhir, sehingga kita berharap terdapat kenaikan permintaan minyak pada kuartal IV tahun 2020. Tantangan besar yang kita hadapi saat ini adalah ketidakpastian kapan covid-19 akan berakhir," tutur Konjen RI.
 
"Hal-hal yang dibahas dalam diskusi ini merupakan hasil sementara, kalau nanti covid-19 mulai berakhir, tentunya strategi menghadapi penurunan harga minyak ini akan dapat berubah," pungkasnya.
 
Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif