Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat berbicara di Kiev, 3 Juli 2022. (Miguel MEDINA / AFP)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat berbicara di Kiev, 3 Juli 2022. (Miguel MEDINA / AFP)

Zelensky Bertekad Rebut Kembali Lysychansk dari Tangan Rusia

Willy Haryono • 04 Juli 2022 09:31
Kiev: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengakui bahwa pasukannya telah mundur dari kota Lysychansk di wilayah Donbas pada Minggu, 3 Juli. Alhasil, pasukan Rusia pun menguasai kota tersebut.
 
Kendati begitu, Zelensky bertekad merebut kembali Lysychansk dan area sekitarnya dengan bantuan senjata jarak jauh yang dikirim dari negara-negara Barat.
 
Rusia mengeklaim bahwa "pembebasan" kota Lysychansk yang terjadi kurang dari sepekan usai jatuhnya Severodonetsk menjadikan wilayah Luhansk sepenuhnya berada di bawah kendali Moskow.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Itu merupakan kemenangan besar bagi Rusia, yang sejak awal memang bertujuan "membebaskan" wilayah Luhansk dan Donetsk dari Ukraina. Saat ini, fokus pertempuran beralih ke Donetsk, di mana pasukan Ukraina masih menguasai cukup banyak wilayah.
 
"Jika para komandan kami menarik mundur pasukannya dari garis depan, termasuk di Lysychansk, maka itu hanya berarti satu hal: kami akan kembali ke sana lewat taktik-taktik kami, lewat tambahan pasokan persenjataan modern," ungkap Zelensky, dilansir dari India Today, Senin, 4 Juli 2022.
 
Ia mengatakan Rusia kini memfokuskan kekuatan militernya di garis depan Donbas, namun Ukraina akan balas menyerang dengan senjata jarak jauh, seperti peluncur roket HIMARS yang dipasok dari Amerika Serikat (AS).
 
Baca:  AS Akan Kirim Sistem Rudal dan Radar Artileri Canggih ke Ukraina
 
"Fakta bahwa kami melindungi nyawa para prajurit kami, warga kami, memainkan peran yang sama-sama penting. Kami akan membangun kembali tembok, merebut kembali lahan, dan yang terpenting, semua warga harus terlindungi," sebut Zelensky.
 
Sejak menarik mundur pasukan dari ibu kota Kiev, Rusia memfokuskan operasi militernya di Donbas, wilayah yang terdiri dari provinsi Luhansk dan Donetsk. Di Donbas, seapratis pro-Rusia sudah berperang melawan pasukan Ukraina sejak 2014.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif