Warga sipil hendak menaiki bus untuk meninggallkan Severodonetsk, Donbas, Ukraina, 13 April 2022. (RONALDO SCHEMIDT / AFP)
Warga sipil hendak menaiki bus untuk meninggallkan Severodonetsk, Donbas, Ukraina, 13 April 2022. (RONALDO SCHEMIDT / AFP)

Rusia-Ukraina Sepakati Koridor Kemanusiaan untuk Warga Sipil Mariupol

Internasional ukraina rusia Rusia-Ukraina Perang Rusia-Ukraina
Willy Haryono • 20 April 2022 18:46
Kiev: Ukraina mengaku telah membuat kesepakatan dengan pasukan Rusia untuk membuat sebuah koridor kemanusiaan agar warga sipil di kota Mariupol dapat dievakuasi dengan selamat. Wali Kota Mariupol Vadym Boichenko berharap dapat mengevakuasi sekitar 6 ribu orang, yang sebagian besarnya adalah perempuan, anak-anak dan orang lanjut usia.
 
Namun ia mengingatkan bahwa perjanjian ini baru memasuki fase awal, dan sekitar 100 ribu warga sipil masih berada di Mariupol.
 
Ribuan orang yang terperangkap di kota pelabuhan Mariupol sejak awal invasi Rusia pada 24 Februari telah diminta untuk berkumpul pada Rabu siang untuk dievakuasi ke Zaporizhzhia. Kota Zaporizhzhia, berlokasi 220 kilometer dari Mariupol, berada di bawah kendali Ukraina.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mengingat buruknya situasi kemanusiaan di Mariupol, kami akan mengkonsentrasikan semua upaya ke arah (evakuasi) hari ini," kata Deputi Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk via aplikasi Telegram.
 
"Kami telah berhasil mencapai kesepakatan awal untuk koridor kemanusiaan bagi perempuan, anak-anak dan lansia," sambungnya, dikutip dari thenationalnews.
 
Kendati sudah ada kesepakatan, Vereshchuk mengatakan situasi keamanan di lapangan masih sangat sulit, sehingga "perubahan bisa terjadi sewaktu-waktu" selama proses evakuasi warga sipil.
 
Wali Kota Boichenko, yang sudah tidak berada di Mariupol, mengatakan bahwa 90 bus sudah menanti untuk menjemput para warga. "Kami berencana mengirim bus-bus ini ke Mariupol, tapi saat ini perjanjiannya baru memasuki fase awal," ucapnya dalam siaran televisi nasional.
 
Ia mengatatkan puluhan ribu orang telah tewas dalam serangan Rusia di Mariupol. Awak media belum dapat memverifikasi klaim tersebut.
 
Pasukan Rusia berulang kali membantah telah menyerang warga sipil di Mariupol maupun kota lainnya di Ukraina. Mengenai koridor kemanusiaan terbaru ini, pemerintah pusat Rusia di Moskow belum mengeluarkan komentar apapun.
 
Baca:  Batalion Azov Sergap Konvoi Pasukan Rusia di Mariupol
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif