Presiden Ukraina Vladimir Zelensky. Foto: AFP
Presiden Ukraina Vladimir Zelensky. Foto: AFP

Zelensky Inginkan Biden Kunjungi Ukraina

Internasional ukraina rusia joe biden Rusia-Ukraina Volodymyr Zelensky Perang Rusia-Ukraina
Marcheilla Ariesta • 18 April 2022 08:59
Kiev: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menginginkan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk mengunjungi Ukraina. Namun, pejabat Gedung Putih mengatakan, tidak ada rencana untuk Biden mengunjungi negara itu.
 
Meski demikian, mereka tengah mempertimbangkan untuk mengirim utusan ke Kiev.
 
"Saya pikir dia akan (datang)," ujar Zelensky, dilansir dari Al Jazeera, Senin, 18 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tapi itu keputusannya, tentu saja, dan tentang situasi keamanan, itu tergantung," sambung dia.
 
Menurut Zelensky, sebagai pemimpin AS, Biden harus datang ke negaranya untuk melihat sendiri yang terjadi. Sementara itu, dukungan Biden juga mendapat pujian dari Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba.
 
Ia mengatakan, kunjungan Biden akan menjadi 'pesan dukungan' yang penting bagi negaranya.
 
"Pertemuan pribadi antara dua presiden juga dapat membuka jalan bagi pasokan baru dan senjata AS ke Ukraina, juga untuk diskusi tentang kemungkinan penyelesaian politik konflik ini." serunya.
 
Di sisi lain, Presiden Zelensky juga mengundang Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk mengunjungi Ukraina dan melihat sendiri bukti 'genosida' yang dilakukan pasukan Rusia.
 
"Saya baru saja mengatakan kepadanya bahwa saya ingin dia mengerti bahwa ini bukan perang, tetapi tidak lain adalah genosida. Saya mengundangnya untuk datang ketika dia memiliki kesempatan. Dia akan datang dan melihat, dan saya yakin dia akan mengerti," terangnya.
 
Macron menghindari penggunaan istilah 'genosida' untuk menggambarkan kekejaman yang dilakukan oleh pasukan Rusia di Ukraina. Hal ini, dikaitkan Zelensky sebagai keengganan Paris untuk mempengaruhi peluang keterlibatan diplomatik dengan Moskow.
 
Presiden Ukraina sebelumnya mengatakan bahwa keraguan Macron untuk menggunakan istilah itu, yang digunakan Biden untuk menggambarkan perang di Ukraina, 'sangat menyakitkan'.
 
Macron berada di tengah-tengah kampanye pemilihan, dengan pemungutan suara putaran kedua melawan politisi sayap kanan Marine Le Pen ditetapkan pada Minggu depan.
 
"Kata 'genosida' memiliki arti, dan perlu dicirikan secara hukum, bukan oleh politisi," tegas Macron.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif