Presiden AS Joe Biden. (AFP)
Presiden AS Joe Biden. (AFP)

Populer Internasional: Biden Janji Bantu Taiwan Hingga Junta Myanmar Tangkap Tahanan

Internasional joe biden Haiti Berita Terpopuler Hari Ini Berita Terpopuler Internasional Misionaris AS Diculik Junta Myanmar 400 Mawozo
Willy Haryono • 23 Oktober 2021 11:21
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan, negaranya akan membela Taiwan jika diserang Tiongkok. Janji tersebut menjadi salah satu berita terpopuler di kanal internasional Medcom.id pada Sabtu, 23 Oktober 2021.
 
Dua berita terpopuler lainnya adalah seputar penculikan 17 misionaris AS di Haiti dan tindakan kontroversial junta Myanmar.

Berikut selengkapnya:

  • Biden Tegas Bela Taiwan, Hadapi Kebijakan Ambigu AS
Biden menegaskan, janji membantu Taiwan adalah komitmen AS terhadap pulau tersebut. Namun di waktu bersamaan, pernyataan Biden bertentangan dengan kebijakan lama AS yang dikenal sebagai 'ambiguitas strategi,' yaitu Washington membantu membangun pertahanan Taiwan, tapi tidak secara eksplisit berjanji membantu pulau tersebut.
 
"Ya. Kami memiliki komitmen untuk itu," kata Biden, saat ditanya mengenai apakah AS akan membantu Taiwan di tengah meningkatnya ancaman dari Tiongkok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apa lagi yang disampaikan Biden terkait ketegangan antara Taiwan dan Tiongkok? Cek selengkapnya di sini.
  • Tebusan Tak Dipenuhi, Geng Haiti Ancam Bunuh 17 Misionaris yang Diculik
Pemimpin geng Haiti yang menurut polisi menahan 17 anggota kelompok misionaris yang diculik, telah mengancam akan membunuh mereka jika tuntutannya tidak dipenuhi. Sebelumnya mereka menuntut tebusan USD1 juta per kepala.
 
Jika ditotal, geng 400 Mawozo meminta USD17 juta atau setara Rp239 miliar.
 
Dalam sebuah video yang diunggah di media sosial pada Kamis kemarin, Wilson Joseph, yang diduga pemimpin geng 400 Mawozo, melayangkan ancaman.
 
Apa isi ancaman tersebut? Cek selengkapnya di sini.
  • Junta Myanmar Kembali Tangkap 100 Tahanan yang Dibebaskan
Junta Myanmar kembali menangkap 100 pengunjuk rasa antikudeta yang dibebaskan dalam amnesti baru-baru ini, ucap sebuah kelompok pemantau lokal di negara tersebut.
 
Senin lalu, junta Myanmar mengumumkan akan membebaskan lebih dari 5.000 orang selama tiga hari festival Buddha Thadingyut. Para tahanan akan dikirimkan kembali ke keluarga dan bersatu lagi dengan orang yang dicintai.
 
Lantas, mengapa junta Myanmar menangkap kembali tahanan yang telah dibebaskan? Cek selengkapnya di sini.

 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif