Para pemimpin G7 berfoto bersama dengan Ratu Inggris, Elizabeth II. Foto: AFP
Para pemimpin G7 berfoto bersama dengan Ratu Inggris, Elizabeth II. Foto: AFP

Komitmen-Komitmen G7 untuk Mengatasi Krisis Iklim

Internasional Inggris perubahan iklim ktt g7 COP26
Fajar Nugraha • 15 Juni 2021 19:02
Jakarta: Pada Minggu 13 Juni para pemimpin G7 menyetujui rencana untuk mengubah pembiayaan proyek infrastruktur di negara-negara berkembang. Ini merupakan sebagai bagian dari serangkaian tindakan di KTT untuk mengatasi krisis iklim dan melindungi alam.
 
Melalui rencana ‘Build Back Better for the World’ negara-negara G7 akan bersatu di bawah kepresidenan Inggris dalam pengembangan tawaran pembiayaan berkualitas tinggi untuk pengadaan infrastruktur yang vital, dari perkeretaapian di Afrika hingga ladang angin di Asia.
 
Pendekatan baru ini diciptakan untuk memberi negara-negara berkembang akses ke keuangan yang lebih banyak, lebih baik dan lebih cepat, sambil mempercepat peralihan global ke energi baru terbarukan dan teknologi berkelanjutan. Pemerintah Inggris akan membangun ini dengan negara-negara lain menjelang KTT COP26 pada November.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal di atas adalah salah satu dari beberapa langkah untuk mengatasi perubahan iklim, dimana Perdana Menteri Inggris juga meluncurkan Dana Planet Biru Inggris dari pengaturan sisi laut KTT G7 di Cornwall. Dana 500 juta Poundsterling akan mendukung negara-negara termasuk Ghana, Indonesia dan negara-negara kepulauan Pasifik untuk mengatasi isu penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan, melindungi dan memulihkan ekosistem pesisir seperti bakau dan terumbu karang, dan mengurangi polusi laut.
 
Seluruh negara anggota G7 mendukung Nature Compact untuk menghentikan dan mengembalikan hilangnya keanekaragaman hayati pada tahun 2030 – termasuk mendukung target global untuk melestarikan atau melindungi setidaknya 30 persen daratan dan 30 persen lautan secara global pada akhir dekade ini.
 
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan bahwa melindungi planet adalah hal terpenting yang dapat kita lakukan sebagai pemimpin bagi masyarakat.
 
Menurut Johnson, ada hubungan langsung antara pengurangan emisi, pemulihan alam, penciptaan lapangan kerja dan upaya memastikan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
 
“Sebagai negara demokratis, kita memiliki tanggung jawab untuk membantu negara berkembang memetik manfaat dari pertumbuhan bersih melalui sistem yang adil dan transparan. G7 memiliki peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mendorong Revolusi Industri Hijau global, dengan potensi untuk mengubah cara hidup kita”, ujar Johnson, dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar Inggris yang diterima Medcom.id, Selasa 15 Juni 2021.
 
Sementara itu Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins, mengatakan, dalam pertemuan pemimpin G7 akhir pekan lalu, telah melihat kemajuan besar dalam mengatasi krisis perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati yang erat keterkaitannya.
 
“Kami senang telah mendorong terciptanya kolaborasi antara para pemimpin negara demokrasi kaya dunia, dalam peningkatkan ambisi serta tetap bertanggung jawab dalam dekade kritis ini untuk planet kita,” sebut Dubes Owen.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif