Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny. (Foto: AFP)
Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny. (Foto: AFP)

Navalny Sebut Trump Seharusnya Kecam Serangan Racun Novichok

Internasional politik rusia vladimir putin Alexei Navalny
Willy Haryono • 19 Oktober 2020 13:02
Berlin: Alexey Navalny mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump seharusnya mengecam serangan racun Novichok, yang sempat membuat tokoh oposisi Rusia itu berada dalam kondisi kritis di rumah sakit. Pernyataan disampaikan Navalny dalam wawancara program "60 Minutes" bersama kantor berita CBS pada Minggu, 18 Oktober 2020.
 
Saat ditanya Lesley Stahl dari CBS mengenai pentingnya kecaman Trump, Navalny menjawab: "Saya rasa sangat penting bagi semua orang, termasuk Presiden Amerika Serikat, dalam mengecam penggunaan senjata kimia di abad ke-21."
 
Stahl juga menyinggung mengenai Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang telah "merayu Uni Erope untuk menjatuhkan sanksi" terhadap Rusia atas serangan terhadap Navalny. Rusia membantah berada di balik serangan Novichok tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semua pemimpin-pemimpin ini sudah menandatanganinya, kecuali Donald Trump," kata Stahl. Navalny, yang saat ini sedang menjalani masa pemulihan di Berlin, Jerman, menjawab: "Iya, saya sadar akan hal itu."
 
Gedung Putih belum menjawab permintaan media Axios untuk berkomentar lebih lanjut seputar kasus Navalny. Namun bulan lalu, Trump membantah adanya bukti bahwa Rusia berada di balik serangan Novichok terhadap Navalny.
 
Kala itu, Trump mengaku akan "menjadi sangat marah" jika memang Rusia adalah pelakunya.
 
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan pada bulan lalu bahwa "ada kemungkinan substansial" perintah meracuni Navalny datang dari beberapa pejabat senior Rusia.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif