Polisi mengarahkan senjata ke arah demonstran di Paris, Prancis pada 20 April 2019. (Zakaria Abdelkafi/AFP)
Polisi mengarahkan senjata ke arah demonstran di Paris, Prancis pada 20 April 2019. (Zakaria Abdelkafi/AFP)

Bentrokan Terkait RUU Keamanan Polisi Meletus di Prancis

Internasional unjuk rasa prancis Emmanuel Macron
Willy Haryono • 29 November 2020 09:47
Paris: Kepolisian Prancis menembakkan gas air mata ke para pengunjuk rasa di Paris yang menentang Rancangan Undang-Undang Keamanan Polisi. Jika aturan terbaru itu disahkan, maka aktivitas mengambil foto atau video "dengan maksud dan niat jahat" terhadap polisi di Prancis dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum.
 
Bentrokan dimulai saat beberapa pedemo melemparkan batu dan kembang api ke arah polisi. Sejumlah mobil dan sebuah kios koran terbakar saat petugas menangkap puluhan demonstran.
 
Mayoritas pengunjuk rasa di Paris beraksi secara damai, namun sekelompok kecil lainnya terlibat bentrok dengan polisi. Kepolisian Paris mengaku telah melakukan 46 penangkapan, dengan lebih dari 20 petugas terluka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"RUU ini akan merusak kebebasan pers, kebebasan mendapat informasi, kebebasan berekspresi," kata pihak penyelenggara demo, dilansir dari laman BBC pada Minggu, 29 November 2020.
 
Sabtu malam, Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengecam aksi kekerasan terhadap polisi dalam bentrokan di Paris. Pemerintahan Prancis menegaskan, RUU terbaru ini dapat membantu aparat keamanan dari serangan di dunia maya.
 
Selain di Paris, aksi protes pada Sabtu juga berlangsung di Bordeaux, Lille, Montpellier, Nantes, dan kota-kota lainnya di Prancis.
 
Sebelumnya pada pekan ini, muncul sebuah video yang memperlihatkan tiga polisi kulit putih yang mengganggu dan memukuli seorang produser musik berkulit hitam. Dalam video terlihat Michel Zecler ditendang dan dipukul di dalam studionya di Paris.
 
Kemunculan video tersebut mengejutkan masyarakat Prancis. Presiden Prancis Emamnuel Macron menilai insiden tersebut sebagai sesuatu yang "tidak dapat diterima" dan "memalukan."
 
Ia menyerukan jajarannya untuk segera membuat proposal mengenai cara membangun kembali kepercayaan antara publik dan kepolisian.
 
Para polisi yang muncul dalam video sudah diberhentikan sementara seiring berjalannya investigasi.
 
Baca:  4 Polisi yang Pukul Pria Kulit Hitam di Paris Ditahan
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif