Presiden AS Donald Trump (kanan) dan capres Demokrat Joe Biden. (Foto: AFP)
Presiden AS Donald Trump (kanan) dan capres Demokrat Joe Biden. (Foto: AFP)

Kubu Trump dan Biden Saling Serang soal Topik Debat Terakhir

Internasional amerika serikat Virus Korona joe biden donald trump Pilpres AS 2020
Willy Haryono • 20 Oktober 2020 07:38
Washington: Tim kampanye Partai Republik yang mengusung Presiden Amerika Donald Trump dan Joe Biden dari Partai Demokrat berseteru mengenai pemilihan topik untuk debat presiden terakhir pada Kamis mendatang. Republik menuding komite debat membantu Demokrat dengan menghilangkan topik kebijakan luar negeri, sementara kubu Biden menuding Trump selalu berusaha menghindari pertanyaan seputar respons penanganan virus korona (covid-19).
 
Berdasarkan sejumlah survei, Biden masih memimpin secara nasional jelang pemilihan umum presiden AS pada 3 November mendatang. Namun keunggulannya tidak terlalu besar di beberapa negara bagian krusial yang akan menentukan pemenang pilpres AS.
 
Sejauh ini, hampir 30 juta warga AS sudah menggunakan hak suara mereka lebih awal, baik dengan menggunakan metode langsung ke tempat pemungutan atau melalui pos.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Senin kemarin, kubu Republik mengirim surat ke Komisi Debat Presiden untuk meminta agar beberapa topik debat terakhir disesuaikan. Manajer kampanye Trump, Bill Stepien, mengatakan bahwa Republik sudah sepakat bahwa kebijakan luar negeri akan menjadi fokus dalam debat ketiga sekaligus terakhir.
 
Deretan topik debat terakhir sudah diumumkan moderator dan juga koresponden NBC News Kristen Welker pekan kemarin. Topik-topik itu adalah keluarga Amerika, ras di Amerika, perubahan iklim, keamanan nasional, dan kepemimpinan.
 
Dalam acara kampanye pada Senin petang di Prescott, Arizona, Trump menyebut Welker sebagai "Demokrat radikal." Sementara Stepien menuduh Biden berusaha keras "menghindari percakapan mengenai catatan kebijakan luar negeri" dan juga menuding komisi debat berusaha melindungi capres Demokrat tersebut.
 
"Komisi (Debat Presiden) yang pro-Biden telah mengubah musim debat kali ini menjadi lelucon. Itulah mengapa publik sudah kehilangan kepercayaan terhadap objektivitasnya," tulis Stepien.
 
Ia juga menuduh Biden berusaha menghindari pertanyaan seputar isu surat elektronik anaknya, Hunter Biden.
 
Demokrat balik menyerang Republik, dengan mengatakan bahwa justru Trump yang selalu berusaha menghindari pertanyaan. "Tim kampanye (Republik dan Demokrat) dan Komisi sudah menyepakati bahwa moderator akan memilih topik," ucap sekretaris pers Demokrat, TJ Ducklo.
 
"Kampanye Trump berbohong mengenai hal itu, karena Donald Trump takut menghadapi lebih banyak pertanyaan mengenai respons kacau terhadap covid," sambungnya.
 
"Seperti biasa, presiden lebih khawatir mengenai aturan debat ketimbang mengangkat negara ini dari krisis," ungkap Ducklo.
 
Baca:Trump Terus Berkilah Terkait Tes Covid-19 saat Debat Pertama
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif