Menhan Prabowo bersama Menhan AS saat menandatangani perjanjian kerja sama militer di Pentagon, Washington, 16 Oktober 2020. (Kemenhan AS)
Menhan Prabowo bersama Menhan AS saat menandatangani perjanjian kerja sama militer di Pentagon, Washington, 16 Oktober 2020. (Kemenhan AS)

Prabowo Tekankan Pentingnya Kerja Sama Militer dengan AS

Internasional prabowo subianto indonesia-as
Willy Haryono • 19 Oktober 2020 14:12
Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Dr. Mark T. Esper, telah bertemu dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di markas Kemenhan AS atau Pentagon pada Jumat, 16 Oktober. Keduanya bertemu dalam membahas keamanan kawasan, prioritas pertahanan bilateral, dan kerja sama pengadaan dalam bidang pertahanan.
 
Berdasarkan keterangan pers Kemenhan AS, Menhan Esper menyampaikan pentingnya menegakkan hak asasi manusia, supremasi hukum, dan profesionalisme dalam perluasan hubungan Indonesia-AS.
 
Mengungkapkan pentingnya kerja sama militer di semua tingkatan, Prabowo menyampaikan penghargaannya atas dukungan AS dalam memodernisasi pertahanan Indonesia. Kedua pemimpin sama-sama berkeinginan meningkatkan kerja sama militer dan keamanan maritim ke level selanjutnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua menhan juga telah menandatangani Memorandum of Intent untuk memajukan upaya lembaga Defense Prisoner of War/Missing in Action Accounting Agency dalam menemukan sisa-sisa jasad prajurit AS yang hilang di Indonesia selama Perang Dunia II.
 
Mengenai pandemi covid-19, Menhan Esper dan Prabowo sama-sama mengungkapkan simpati kepada semua orang yang terdampak virus tersebut, baik di AS maupun Indonesia.
 
Prabowo dapat bertemu dengan Menhan Esper setelah mendapat visa kunjungan ke AS. Prabowo mengatakan, Menhan Esper secara khusus memang mengundang dirinya untuk datang ke AS.
 
Menurut Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana, undangan AS kepada Prabowo bersifat strategis, terutama terkait isu Tiongkok.
 
"AS melihat hal ini karena kedekatan ekonomi Indonesia terhadap Tiongkok. Dikhawatirkan ketergantungan ekomomi Indonesia terhadap Tiongkok akan melemahkan prinsip Kebijakan Luar Negeri Indonesia yang bebas aktif," ucap Hikmahanto.
 
"Indonesia diprediksi oleh AS akan jatuh ke tangan Tiongkok karena ketergantungan ekonomi. Indonesia juga dianggap mudah dikendalikan oleh Tiongkok," sambungnya.

 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif