NEWSTICKER
Presiden interim Bolivia Jeanine Anez. (Foto: AFP)
Presiden interim Bolivia Jeanine Anez. (Foto: AFP)

Pilpres Bolivia Ditunda di Tengah Pandemi Korona

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19 Berita Virus Corona Hari Ini
Willy Haryono • 22 Maret 2020 09:46
Sucre: Pemerintahan interim Bolivia mengumumkan bahwa pemilihan umum presiden yang dijadwalkan berlangsung 3 Mei mendatang dibatalkan di tengah pandemi penyakit virus corona (covid-19). Selain menunda pilpres, pemerintah Bolivia juga memerintahkan karantina nasional selama 14 hari.
 
"Pilpres ditunda sebagai penyesuaian terhadap 14 hari masa karantina," ujar komisi elektoral pemilu Bolivia, seperti dilansir dari Guardian. Jadwal baru pilpres Bolivia belum diumumkan.
 
Komisi elektoral mengaku akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan semua partai politik dan organisasi di Bolivia untuk menentukan tanggal penyelenggaraan pilpres.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden interim Bolivia Jeanine Anez sebelumnya mengatakan kepada awak media bahwa karantina nasional akan dimulai hari ini, Minggu 22 Maret 2020, hingga 4 April mendatang.
 
Usai covid-19 mulai mewabah di kawasan Amerika Latin, Bolivia langsung menutup sejumlah perbatasan dan juga menghentikan semua penerbangan internasional.
 
Anez mengatakan bahwa supermarket, rumah sakit, bank, dan farmasi, akan tetap beroperasi seperti biasa di tengah masa karantina. Ia menambahkan, pemerintahannya akan menyalurkan bantuan uang tunai kepada keluarga yang membutuhkan mulai April mendatang.
 
Sejauh ini, berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins, jumlah kasus covid-19 di Bolivia mencapai 19 tanpa adanya kematian.
 
Masih dari data Universitas Johns Hopkins, total kasus covid-19 di kancah global telah melampaui 306 ribu, dengan 13.031 kematian dan 92.335 pasien sembuh.
 
Amerika Latin merupakan salah satu kawasan yang terkena dampak covid-19. Rata-rata jumlah kasus dan kematian akibat covid-19 di Amerika Latin relatif lebih rendah dari kawasan lain seperti Eropa dan Asia.
 
Beberapa pekan lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut Eropa sebagai pusat pandemi dari covid-19, virus yang pertama kali muncul di Tiongkok pada akhir Desember 2019.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif